@thesis{thesis, author={Siswati Siswati}, title ={Garap Bonangan, Sindhenan dan Kendhangan Dalam Gending Nglantak, Jangga, Tunjunganom dan Lambangsari}, year={2013}, url={http://digilib.isi.ac.id/9914/}, abstract={Penyajian karawitan dibedakan menjadi dua yaitu disajikan secara mandiri dan iringan. Dalam sajian karawitan mandiri maupun iringan pada umumnya terdapat dua macam garap yaitu, garap lirthan dan garap soran. Garap lirihan adalah gending yang lebih mengedapankan instrumenngajeng" atau depan (rebab, gender, siter dan kendang, gambang vokal). Suasana yang terdapat dalam garap lirihan mempunyai karakter sigrak, gumyak, indah dan anggun. Selain garap lirihan ada juga garap soran yang lebih memberikan suara sora, suasana agung, wibawa, prasaja dan tangguh dengan lebih mengutamakan tabuhan garap wingking di antaranya instrumenbrillanang. Penyajian dan penulisan ini semoga bermanfaat karena merupakan salah satu upaya dalam menggali dan melestarikan gending Gaya Yogyakarta. Tulisan ini merupakan representasi garap dalam karawitan dengan menyajikan instrumen'sokok pada setiap repertoar gending Bonang pada Gending Nglantak merupakan instrument penting dalam sajian garap soran. Gending Jangga garap lirihan schingga sindhenan merupakan salah satu unsur penting dalam garap lirihan. Kendang sebagai pemimpin orkestra dalam sajian bedaya. Sindhenan Gending Lambangsari yang digunakan sebagai patalon bersifat menarik, sigrak dan gumyak. Dari keempat repertoar tersebut banyak sekali pengalaman garap yang diperoleh penyaji sehingga memberikan pengalaman baru mengenai garap dalam karawitan.} }