@thesis{thesis, author={Muhamad Rifai NIM. 97121944}, title ={POSISI DAN PANDANGAN H.M. MISBACH ATAS ISLAMISME DAN KOMUNISME 1876-1926}, year={2004}, url={https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/52771/}, abstract={Misbach dilingkupi kondisi sosial politik adalah Indonesia dijajah Belanda, kemunculan politik etis yang melahirkan tokoh dan gerakan nasionalis modem pertama kali, peristiwa revolusioner Rusia, Cina, kemenangan Jepang atas Rusia ata pengaruh bangkitnya Asia. Sehingga memunculkan sikap atau kehendak untuk maju dari rakyat. Selain itu Misbach yang terjun dalam dunia pergerakan juga dilingkupi oleh perkembangan gerakan SI sampai perpecahan intemalnya, yang menyebabkan Misbach lebih aktif di Insulin de maupun SH Sikap dewasa Misbach terlihat ketika terjadi pertikaian antara SI Merah dan SI Putih. Posisi dan pandangan Misbach atas pertikaian itu karena tidak mengalaminya (karena sedang dipenjara) Misbach berusaha netral untuk pertama kalinya. Namun ketika sudah mengetahui bahwa sumber perpecahan itu dari kritik Darsono atas perubahan SI yang cenderung lunak terhadap kapitalis itu merembet pada surat kabar MM dan TB yang banyak dihuni oleh orang Muhamadiyah, yang lebih suka bergerak di luar politik, bahkan SATV ciptaannya dirubah menjadi Muhamadiyah afdeling Surakarta. Maka Misbach menunjukkan sikapnya menolak disiplin partai SI karena tindakan tersebut bukanlah muslim sejati. Karena bagi Misbach Komunisme (PKI) waktu itu intens memperjuangkan hak asasi manusia, mendampingi buruh dan petani yang mogok. Dan itu sesuai dengan ajaran Islam yang menentang penindasan dan beramar ma'ruf nahi munkar Dan kemudian Penulis sampai kesimpulan utama yang menjadi pokok bahasan skripsi sebagai berikut. Bahwa Posisi dan pandangan Misbach Atas Islamisme dan Komunisme adalah Misbach melihat Islam dan Komunis itu sama, yaitu mengedepankan nilai kemanusian dengan melawan fitnah, kapitalisme, Imperialisme, godaan uang dan godaan setan. Oleh karenanya Misbach memandang bahwa umat Islam yang menolak Komunis itu belum mengerti Islam sejatinya. Begitu pula orang Komunis yang hendak melenyapkan Islam itu tidak mengerti Komunis sebenarnya. Tapi pada tahap akhir hidupnya karena Misbach tidak terwadahi dalam berbagai gerakan Islam masa itu, seperti SI, MD, maka Misbach membenci simbolisasi Islam, lebih suka menjadi propagandis PKI, tapi tetap saja rnembela ajaran Islam yang Revolusioner. Misbach telah memberi sumbangan pcnting bagi pergerakan nasional dalam hal pentingnya membangun persatuan dan moralitas suatu pergerakan untuk dijadikan pegangan pergerakan. Misbach juga memberikan suri dan tauladan bagi kita untuk bersikap konsisten antara kata-kata dan perbuatan, menjadi manusia lebih manusiawai atau manusia sejati atau dengan istilahnya menjadi Muslim dan Komunis sejati. Misbach memiliki jiwa revolusioner dalam mengembangkan Nasionalisme, Tslamisme, Komunismenya dengan rela mengorbankan harta benda,} }