@thesis{thesis, author={ARIANTO IBNU NUR CHOLISH}, title ={Hubungan Kelengkapan Informasi Medis Dengan Keakuratan Kode Diagnosis dan Tindakan Pasien Rawat Inap Tuberculosis Paru di RS Panti Waluyo Tahun 2018-2022}, year={2023}, url={https://eprints.udb.ac.id/id/eprint/2474/}, abstract={RS Panti Waluyo merupakan rumah sakit tipe C. Berdasarkan studi pendahuluan 10 dokumen rekam medis rekam medis diagnosis Tuberculosis Paru, menunjukkan bahwa dokumen tidak lengkap tetapi akurat 5 dokumen, dan tidak akurat 5 dokumen. Penelitian ini bertujuan mengetahui Hubungan Kelengkapan Informasi Medis dengan Keakuratan Kode Diagnosis dan Kode Tindakan Pasien Rawat Inap Tuberculosis Paru di RS Panti Waluyo. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 98 dokumen, teknik pengambilan sampel random sampling. Instrumen penelitian berupa pedoman observasi, pedoman wawancara, ICD-10, Checklist, SPSS. Pengolahan data dengan collecting, editing, coding, classification, tabulating, penyajian data. Analisis data menggunakan analisis univariate dan analisis bivariate dengan fisher exact menggunakan SPSS. Persentase kelengkapan informasi medis yang lengkap 8% (8 dokumen) sedangkan yang tidak lengkap sebesar 90% (92 dokumen). Persentase keakuratan kode diagnosis sebesar 66% (65 dokumen), ketidakakuratan sebesar 34% (33 dokumen). Data diolah dmenggunakan uji fisher exact menggunakan aplikasi SPSS, hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai p=0,260. Persentase keakuratan kode tindakan sebesar 12% (12 dokumen) sedangkan ketidakakuratan kode 88% (86 dokumen). Data tersebut diolah dengan menggunakan uji fisher exact menggunakan aplikasi SPSS, hasil perhitungan menunjukkan bahwa pkurang lebih0,001. Kesimpulan diambil tidak terdapat hubungan kelengkapan informasi medis dengan keakuratan kode diagnosis Tuberculosis Paru. Terdapat hubungan yang signifikan antara kelengkapan informasi medis dengan keakuratan kode tindakan Tuberculosis Paru. Penulis menyarankan, pihak rumah sakit melakukan evaluasi secara berkala agar tenaga medis selalu melengkapi isi dari dokumen rekam medis, mengingat pentingnya kelengkapan informasi dalam dokumen rekam medis.} }