@thesis{thesis, author={ PUTRO DIAN SIDIQ BUDI ARYO}, title ={Karakteristik Mekanis Briket Kokas Lokal dengan Variasi Ukuran Mesh 100 dan 120 serta Variasi Temperatur Karbonasi 2500C, 2750C, 3000C dan 3250C}, year={2010}, url={http://eprints.ums.ac.id/7854/}, abstract={Karakteristik Mekanis Briket Kokas Lokal dengan Variasi Ukuran Mesh 100 dan 120 serta Variasi Temperatur Karbonasi 2500C, 2750C, 3000C dan 3250C ABSTRAKSI Kokas merupakan bahan baku yang penting dalam industri pengecoran logam. Kualitas kokas lokal yang belum mampu menggantikan keberadaan kokas impor dan tingginnya harga kokas impor dipasaran membuat biaya produksi meningkat tajam . Berkaitan dengan hal tersebut maka selanjutnya akan diungkap karakteristik mekanis briket kokas lokal terhadap pengaruh variasi mesh dan variasi temperatur karbonasi melalui penyelidikan secara eksperimental. Penelitian diawali dengan pengumpulan green coke, brezee coke dan aspal yang kemudian dilakukan pengujian ultimate proximate, selanjutnya kokas dihancurkan sampai ukuran tertentu untuk kemudian dicampur dengan komposisi 40% green coke dan 60% brezee coke dengan binder berupa aspal seberat 10 % dari berat total kokas. Selanjutnya ditekan dalam alat pengepres dengan tekanan 350 kg/cm2, Variasi penelitian yang digunakan adalah variasi mesh (100 dan 120) dan variasi temperatur karbonasi (2500C, 2750C, 3000C dan 3250C) dengan waktu karbonasi selama 135 menit. Briket yang terbentuk kemudian diuji kuat tekan, kuat impack, serta serap air. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi ukuran partikel dan variasi temperatur karbonasi berpengaruh terhadap nilai kuat tekan, kuat impack, serta daya serap air. Dimana 120 mesh memiliki nilai kekuatan tekan lebih besar, nilai kekuatan impack lebih rendah, serta kadar air lebih rendah dibanding 100 mesh, karena ukuran butir 120 mesh lebih kecil sehingga batas butir lebih banyak dan rongga antar butir juga lebih kecil. Penambahan temperatur karbonasi akan menaikan nilai kuat tekan, namun akan mencapai titik optimal pada temperatur 2750C, dan akan menurunkan nilai kuat impack, serta memperbesar nilai serap air. Kuat tekan terbesar dimiliki oleh 120 mesh pada temperatur 2750C yaitu sebesar 177,22 kg/cm2. Kuat impack terbesar dimiliki oleh 100 mesh pada temperatur 2500C yaitu sebesar 10,3 jatuhan. Nilai serap air terendah dimiliki oleh 120 mesh pada temperatur 2500C yaitu sebesar 4,08%. } }