@thesis{thesis, author={SUBIAKTO SUBIAKTO}, title ={KAJIAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN PADA TAMBANG BATUBARA PIT 1 UTARA BANKO BARAT PT. BUKIT ASAM (PERSERO), TBK TANJUNG ENIM SUMATERA SELATAN}, year={2017}, url={http://eprints.upnyk.ac.id/12215/}, abstract={PT. Bukit Asam (Persero), Tbk yang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan batubara, yang berlokasi di wilayah Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Operasi Penambangan pada Pit 1 Utara PT. Bukit Asam (Persero), Tbk dilakukan dengan sistem tambang terbuka dengan metode Strip Mine. Salah satu kegiatan pendukung dalam kegiatan penambangan adalah penyaliran untuk mencegah masuknya air (Mine Drainage) atau mengeluarkan air yang telah menggenangi daerah penambangan (Mine Dewatering). Air tambang yang tidak ditanggulangi dengan baik dapat mengganggu operasi penambangan. Kemajuan tambang menyebabkan sistem penyaliran tambang ikut berubah, sehingga perlu adanya kajian terhadap sistem penyaliran tambang. Berdasarkan analisis data curah hujan di lokasi penelitian pada tahun 2011 ? 2015 dengan menggunakan distribusi Gumbell, diperoleh curah hujan rencana sebesar 149,11 mm/hari, intensitas curah hujan sebesar 27,09 mm/jam dengan periode ulang hujan 5 tahun dan risiko hidrologi sebesar 89,3%. Daerah tangkapan hujan (DTH) pada lokasi penelitian dibagi menjadi 2 daerah tangkapan hujan, yaitu DTH I = 101 Ha, dan DTH II = 12 Ha. Debit air yang masuk ke tambang adalah 7,39 m3/detik. Dimensi saluran terbuka yang digunakan berbentuk trapesium dengan dimensi lebar permukaan 6,05 m, lebar dasar 3,41 m, kedalaman saluran terbuka 2,36 m, dan panjang dinding saluran 2,38 m. Air yang terakumulasi pada sump dipompakan ke luar menuju saluran terbuka dengan menggunakan 3 unit pompa Sulzer WPP53-200 dengan total debit sebesar 1.050 m3/jam. Pipa yang digunakan yaitu pipa polyethylene dengan diameter 8 dan 10 inchi. Kolam Pengendapan yang dibuat berbentuk persegi panjang dengan panjang 119 m, lebar 27 m, dan kedalaman 4 m. Waktu pengerukan kolam pengendapan dilakukan setiap 116 hari pada kompartemen 1 sedangkan 118 hari pada kompartemen 2,3, dan 4.} }