@thesis{thesis, author={Prabowo Bagus Erik}, title ={STRATEGI RESILIENT CITY DI KOTA BALIKPAPAN}, year={2019}, url={http://repository.itk.ac.id/112/}, abstract={Resilient city merupakan konsep yang memiliki hubungan dengan pembangunan berkelanjutan, yang juga dibangun di atas tiga dimensi mitigasi, adaptasi, dan respons. Konsep tersebut sangat berkaitan dengan bahaya yang akan dihadapi oleh sebuah kota. Bahaya tersebut dapat mengancam kehidupan manusia, dan mengakibatkan kerusakan dan kerugian. Salah satu bentuk bahaya adalah bencana, dimana di Indonesia merupakan salah satu negara dengan frekuensi bencana paling tinggi di dunia. Berdasarkan BNPB (2018) salah satu Kota dengan risiko cukup tinggi terhadap bencana adalah Kota Balikpapan, dengan jenis bencana yaitu banjir, tanah longsor, abrasi, puting beliung, dan kebakaran hutan. Kota Balikpapan merupakan daerah strategis untuk pembangunan di Provinsi Kalimantan Timur, sehingga diperlukan sebuah konsep perencanaan kota yang dapat memiliki ketahanan terhadap bencana. Adanya upaya untuk menurunkan risiko terhadap bencana, dengan menggunakan konsep resilient city. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode analisis AHP (Analytical Hierarchy Process) digunakan untuk menganalaisis jenis bencana prioritas yang akan mempengaruhi ketahanan Kota Balikpapan. Hasil yang diperoleh adalah bencana banjir yang menjadi prioritas yang mempengaruhi ketahanan Kota Balikpapan. Metode kedua adalah dengan analisis delphi yang digunakan untuk menganalisis kriteria ketahanan Kota yang di butuhkan agar Kota Balikpapan dapat menjadi tangguh terhadap bencana banjir tersebut. Hasil yang didapat adalah aspek kesehatan, aspek infrastruktur, aspek strategi, dan aspek sosial budaya masyarakat. Dan analisis lainnya adalah analisis triangulasi yang digunakan untuk menganalisis strategi ataupun perencanaan berdasarkan kriteria yang didapatkan. Hasil analisis yang diperoleh berisi strategi resilient city berdasarkan konsep mitigasi, adaptasi, dan respons terhadap aspek kesehatan, aspek infrastruktur, aspek strategi, dan aspek sosial budaya masyarakat yang terjabar menjadi 20 strategi.} }