@thesis{thesis, author={Vera Nestia 2020.21.1604}, title ={PENERAPAN FISIOTERAPI DADA PADA KLIEN TB PARU DENGAN MASALAH KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUTRI AYU}, year={2023}, url={http://repository.stikes-garudaputih.ac.id/id/eprint/160/}, abstract={ABSTRAK Pendahuluan : Penderita Tuberkulosis Paru di Indonesia merupakan urutan ketiga setelah di India dan China. Penderita Tb Paru ini bisanya mengeluh susah untuk membuang dahak secara optimal dan mengalami sesak napas, maka dari itu Untuk mengoptimalkannya harus dilakukan pembersihan jalan napas dari sputum atau sekret yang berlebihan, salah satu penatalaksanaan yaitu dengan melakukan tindakan fisioterapi dada yang terdiri dari postural drainase, clapping, vibrasi, napas dalam dan batuk efektif. Tindakan ini memudahkan pengeluaran sekret sehingga jalan nafas menjadi lancar. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian tindakan fisioterapi dada sebagai penatalaksanaan dengan masalah jalan nafas yang tidak efektif pada penderita TB Paru. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 2 orang klien yang menderita TB Paru. Pengukuran menggunakan Standar Operasional Prosedur lalu di observasi setelah dan sesudah melakukan tindakan fisioterapi dada. Hasil : Hasil yang diperoleh dengan melakukan tindakan fisioterapi dada sesuai Standar Operasional Prosedur Pre test dan Post test menunjukan bahwa terdapat perbedaan pada klien TB Paru, hal ini membuktikan bahwa jalan nafas kembali efektif dan mampu mengeluarkan dahak secara optimal dan sesak napas pada klien berkurang. Kesimpulan : Penerapan fisioterapi dada sangat membantu untuk mengeluarkan dahak secara optimal dan mengurangi sesak pada klien penderita TB Paru di Wilayah kerja Puskesmas Putri Ayu. Saran : Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam bersihan jalan napas pada klien TB Paru. Kata Kunci : TB Paru, Bersihan Jalan Napas, Fisioterapi Dada Referensi : 18 Buku(2006-2019), 4 Jurnal (2017-2022) ABSTRACT Background : Patients with pulmonary tuberculosis in Indonesia are in third place after in India and China. Patients with pulmonary tuberculosis usually complain that it is difficult to get rid of phlegm optimally and experience shortness of breath. Therefore, to optimize it, cleaning the airway from excessive sputum or secretions is necessary. One of the treatments is to perform chest physiotherapy which consists of postural drainage, clapping. , vibration, deep breathing and coughing are effective. This action makes it easier to remove secretions so that the airway becomes smooth. Objective : To determine the effect of giving chest physiotherapy as a management of ineffective airway problems in patients with pulmonary TB. Method : This research uses descriptive method. Sample in this study was 2 clients suffering from pulmonary TB. Measurements using Standard Operating Procedures were then observed after and after performing chest physiotherapy. Results : The results obtained by performing chest physiotherapy according to the Standard Operating Procedures for the Pre-test and Post-test show that there are differences in the client with pulmonary TB, this proves that the airway is effective again and is able to expel phlegm optimally and the client's shortness of breath is reduced. Conclusion : The application of chest physiotherapy is very helpful for optimally removing phlegm and reducing shortness of breath in clients with pulmonary TB at Putri Ayu Public Health Center area. Suggestion : It is hoped that this research can be used as a reference in airway clearance in pulmonary TB clients. Keywords : Pulmonary TB, Airway Clearance, Chest Physiotherapy References : 18 Books(2006-2019), 4 Journals (2017-2022)} }