@thesis{thesis, author={. Astuti}, title ={Pemeriksaan Kadar Residu Oksitetrasiklin Hidroklorida dan Tetrasiklin Hidroklorida Dalam Udang Windu (Penaeus Monodon Fabricius) Pada Beberapa Lokasi Tambak di Gresik Secara KLT-Densitrometri}, year={2000}, url={http://repository.ubaya.ac.id/10107/}, abstract={Udang windu (Penaeus monodon Fabricus) merupakan salah satu jenis dari 318 spesies udang famili Penaideae yang secara ekonomis mempunyai nilai lebih tinggi dibanding udang jenis Penaid lain karena pertumbuhannya yang cepat dan dapat mencapai ukuran yang cukup besar. Pada penelitian ini sampel yang digunakan adalah udang windu diambil dari tiga lokasi tambak di Gresik, Untuk mengetahuiadanya residu Oksitetrasiklin HCl dan Tetrasiklin HCl dalam udang windu. Penelitian ini dilakukan secara KLT-densitometri. Sebelum pemeriksan sampel, terlebih dahulu dilakukan validasi metode dengan parameter selektifitas, linieritas, batas deteksi, batas kuantitasi, akurasi dan presisi. Untuk Oksitetrasiklin HCl dengan hasil selektifitas menggunakan fase kloroform : metanol : 5% Na2EDTA (65:20:5), diambil lapisan bawahnya linieritas diperoleh harga r = 0,996'1 harga Vxo = 3,73%, batas deteksi = 0,0560 µg, batas kuantitasi = 0,1865 µg, akurasi = 90,90%, presisi = 7,45% . Untuk Tetrasiklin HCl selektifitas dengan fase gerak kloroform: metanol : 5%Na2EDTA : (65:20:5), diambil lapisan bawahnya, linieritas diperoleh harga r = 0,9983, harga Vxo = 1,91%, batas deteksi = 0,0286 µg, batas kuantitasi = 0,0954 µg, akurasi = 90,46%, presisi = 6,76% Dari hasil penelitian kadar residu Oksitetrasiklin HCl dan Tefiasiklin HCl dalam udang windu tidak ditemukan adanya residu Oksitetrasiklin HCl sedangkan untuk Tetrasiklin HCl diperoleh harga 279,2544 µg/g berat basah atau 1244,4374 µg/g berat kering untuk lokasi A , 363,960 µg/g berat basah atau1 622,049 µg/g berat kering untuk lokasi B , dan 169,454 µg/g berat basah atau 755,454 µg/g umtuk lokasi C . } }