@thesis{thesis, author={Lubbanna Aini Alvin Syah }, title ={Analisis Perilaku Sadari Pada Remaja Putri Berdasarkan Teori Health Promotion Model Di SMKN 6 Surabaya}, year={2020}, url={https://repository.unair.ac.id/100547/}, abstract={Latar belakang: Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak menyerang perempuan. Kejadian kanker payudara di Jawa Timur yaitu sebanyak 9.688 kasus pada tahun 2013. Mendeteksi kanker payudara perlu dilakukan deteksi dini kanker payudara (SADARI) agar bisa dilakukan tindakan secepatnya. namun kesadaran pada remaja putri dalam melakukan SADARI masih sangat rendah. Health promotion model adalah model promosi teori kesehatan untuk mengatur perilaku sesorang yang bertujuan sebagai pencegahan primer, tetapi penulis mencoba menggunakannya untuk pencegahan sekunder yaitu deteksi dini kanker payudara. Penelitian ini dilakukan bertujuan menganalisis perilaku SADARI pada remaja putri berdasarkan teori health promotion model di SMKN 6 Surabaya. Metode: Desain penelitian menggunakan cross sectional. Variabel independen pada penelitian ini yaitu manfaat yang dirasakan, hambatan terhadap tindakan, dan kemampuan diri. Variabel dependen pada penelitian ini adalah perilaku SADARI. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswi SMKN 6 Surabaya dengan teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi chi-square. Hasil: Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar responden yang menjawab ada manfaat yang dirasakan sebesar 61,8%, tidak ada hambatan sebesar 58,8%, ada kemampuan diri sebesar 57,4%, pengetahuan yang baik sebesar 80,9%, sikap yang baik sebesar 85,3%, dan tindakan yang kurang sebesar 61,8%. Hasil uji korelasi antara manfaat yang dirasakan dan kemampuan diri dengan perilaku SADARI pada remaja putri terdapat hubungan (p = 0,016 dan p = 0,004) Sedangkan uji korelasi antara hambatan dengan perilaku SADARI pada remaja putri tidak terdapat hubungan p = 0,460. Berdasarkan hasil analisis multivariate uji regresi logistic berganda pada manfaat yang dirasakan dengan perilaku SADARI didapatkan nilai OR=3,464 dan p-value 0,023. Sedangkan untuk hasil analisis multivariate pada kemampuan diri dengan perilaku SADARI didapatkan nilai OR=0,307 dan p-value 0,029. Kesimpulan: Perilaku SADARI pada remaja putri dipengaruhi oleh manfaat yang dirasakan dan kemampuan diri dalam melakukan SADARI. Kurikulum tambahan tentang kesehatan terutama pencegahan terhadap penyakit perlu dijalankan disetiap sekolah, agar setiap siswi dapat melakukan promosi kesehatan pada dirinya sendiri sebagai bentuk pencegahan secara dini terhadap penyakit kususnya pada penyakit kanker payudara.} }