@thesis{thesis, author={Agus and Aprillia Dwi and YOGI }, title ={STUDI ANALISIS UJI CACAT LAS DENGAN METODE LIQUID PENETRANT TEST MENGGUNAKAN KUAS DAN SPRAY DI PT BANGKIT BANGUN BERSAMA}, year={2022}, url={https://repository.unugiri.ac.id/id/eprint/1897/}, abstract={Untuk melakukan inspeksi tersebut diperlukan suatu metode pengujian yang sekiranya mampu mendeteksi keberadaan diskontinyuitas pada suatu logam material. Inspeksi Liquid Penetrant merupakan salah satu metode pengujian jenis NDT (Non?Destructive Test) yang relatif mudah dan praktis untuk dilakukan. PT Bangkit Bangun Bersama sebagai perusahaan yang bergerak pada pelaksanaan konstruksi bergerak yang mengerjakan berbagai macam proyek-proyek Konstruksi Bangunan Gudang dan Industri, Perpipaan Minyak dan Gas Jarak Jauh, Perpipaan Minyak dan Gas Lokal. Salah satu teori prosedur pengujian cacat las uji Liquid Penetrant, tidak disebutkan kelebihan dan kekurangan antara pengaplikasian Penetrant saat menggunakan Spray dan kuas. namun berdasarkan kenyataan yang penulis temui di PT Bangkit Bangun Bersama proses pengujian Liquid Penetrant menggunakan spray dan kuas. Liquid Penetrant Test merupakan salah satu metode pengujian Non-Destructive Test yang relatif mudah dan praktis untuk dilakukan, Fungsi dari Uji Liquid Penetrant Test ini dapat digunakan untuk mengetahui cacat halus pada permukaan seperti retak, berlubang atau kebocoran, salah satunya uji Liquid Penetrant Test pada proses aplikasi penetrant menggunakan spray dan kuas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan efisiensi kecepatan dan biaya uji Liquid Penetrant Test menggunakan spray dan kuas. Penelitian ini merupakan penelitian eksprimen laboratarium dengan Pengujian hanya dilakukan dihasil pengelasan SMAW (Shield Metal Arc Welding) dengan material yang diuji adalah Besi Plat Dengan spesifikasi Jenis kawat las NK-68 E6013 serta penganalisaannya penggunaan Cleaner dan Developer. Hasil dari penelitian ini Pada Analisa hasil pengujian liquid penetrant menggunakan spray dan kuas yang telah dilakukan tidak ditemukan perbedaan hasil yang signifikan, yaitu hanya terdapat 1 cacat las porosity yang sama dan pengujian liquid penetrant menggunakan spray dan kuas terdapat perbedaan waktu, berdasarkan analisa yang telah dilakukan penyebab perbedaan waktu pengujian dari pengaplikasian menggunakan spray dan kuas yaitu pada proses aplikasi penetrant menggunakan kuas terlebih dahulu cairan harus dipindahkan ke wadah yang telah disiapkan, sedangkan pengaplikasian menggunakan spray langsung disemprotkan.} }