@thesis{thesis, author={OKTAVIANI DEWI}, title ={PERBANDINGAN PEMERIKSAAN Enterobius vermicularis MENGGUNAKAN METODE ANAL SWAB DAN PERIPLASWAB PADA ANAK DI BALAS KLUMPRIK}, year={2022}, url={http://repository.unusa.ac.id/10116/}, abstract={Enterobius vermicularis merupakan salah satu penyebab kecacingan manusia terutama pada anak-anak. Infeksi akibat cacing Enterobius vermicularis terjadi di seluruh dunia terutama di wilayah tropis dan negara-negara berkembang (WHO, 2018). Enterobius vermicularis ditularkan secara intensif pada 270 juta anak-anak usia pra sekolah dan 600 juta anak usia sekolah yang tinggal di pedesaan (WHO, 2014). Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan cara pemeriksaan dengan model Periplaswab sebagai alat pengambil spesimen apusan perianal hasil inovasi baru terhadap model Anal Swab sebagai alat yang telah dikenal sebelumnya. Dari hasil yang didapat prevalensi positif telur cacing Enterobius vermicularis sebesar 6,25% (1 anak) dengan metode anal swab. Hasil positif yang didapatkan pada penelitian ini sebanyak 6 dengan prevalensi 37,5%. Hal ini dapat dikatakan metode periplaswab lebih efektifitas karena terdapat banyak telur cacing Enterobius vermicularis yang ditemukan. waktu pengambilan sampel menggunakan metode anal swab tercatat dengan rata-rata 3,175 detik, sedangkan metode periplaswab tercatat dengan rata-rata 2,998 detik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : Dari sampel yang telah diuji menggunakan metode anal swab terdapat telur cacing Enterobius vermicularis sebanyak 1 telur, sedangkan pada metode periplaswab terdapat telur cacing Enterobius vermicularis sebanyak 6 telur. Metode anal swab dan metode periplaswab terdapat perbandingan efesien dan efektivitas pada pemeriksaan telur cacing Enterobius vermicularis.} }