DETAIL DOCUMENT
PENGEMBANGAN SISTEM PENGHANTARAN OBAT BERTARGET MITOKONDRIA DAN APLIKASINYA DALAM PENGHANTARAN ZAT ANTIOKSIDAN
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Bandung
Author
Pratiwi, Cellina (STUDENT ID : 10718014)
(LECTURER ID : 0013037201)
(LECTURER ID : 0008098804)
Subject
 
Datestamp
0000-00-00 00:00:00 
Abstract :
Mitokondria merupakan organel dari sel yang memiliki fungsi utama sebagai sumber penghasil energi. Energi dalam bentuk Adenosin Trifosfat (ATP) diproduksi di mitokondria melalui proses fosforilasi oksidatif yang juga menghasilkan ROS, maka dari itu mitokondria merupakan salah satu penghasil ROS. Produksi ROS yang berlebih dapat menyebabkan stress oksidatif dan disfungsi mitokondria, yang banyak dikaitkan dengan sejumlah gangguan seperti penyakit neurodegeneratif, kardiovaskular, dan diabetes. Sistem penghantaran bertarget ke mitokondria diharapkan dapat secara efektif menghantarkan senyawa antioksidan ke mitokondria dan mencegah kerusakan sel akibat stress oksidatif. Pada penelitian ini dikembangkan sistem nanokarier berbasis liposom yang dikonjugasikan dengan senyawa mitokondriotropik yaitu dequalinium (DQA). Komponen lipid yang digunakan meliputi 1,2-dioleyl-sn-glycero-3-phosphoethanolamine (DOPE) sebagai lipid utama dan kolesterol sebagai lipid pembantu. Dibuat tiga formula Liposom-DQA (LipoDQ) dengan variasi konsentrasi DQA yaitu 1,375 mM (LipoDQ LD), 2,75 mM (LipoDQ MD) dan 5,5mM (LipoDQ HD). Diperoleh nanopartikel dengan ukuran <200 nm dan indeks polidispersitas <0,5 untuk ketiga variasi formula LipoDQ. Hasil pengukuran zeta potensial LipoDQ bernilai positif yang menunjukkan keberhasilan inkorporasi dequalinium yang bersifat kationik ke dalam struktur liposom. Pengamatan tingkat akumulasi dilakukan dengan menggunakan Confocal Laser Scanning Microscopy (CLSM) pada sel Sertoli (TM4) menunjukkan adanya lokalisasi nanopartikel ke dalam mitokondria. Selanjutnya diperoleh nilai Pearson?s Coefficient yang cukup tinggi untuk LipoDQ yang menunjukkan sebagian besar nanopartikel dapat terlokalisasi ke dalam mitokondria. Dari uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH diperoleh nilai Inhibitory Concentration (IC50) yang tidak berbeda signifikan antara nanopartikel dengan kuersetin bebas dan termasuk antioksidan kuat (IC50= 2,95-3,76 µM). Dari uji aktivitas antioksidan pada sel TM4 diperoleh aktivitas yang lebih baik menggunakan sistem penghantaran bertarget mitokondria (LipoDQ LD) dengan konsentrasi kuersetin yang relatif lebih rendah (0,01µM) dibandingkan dengan penghantaran yang tidak bertarget mitokondria (Liposom).  

Institution Info

Institut Teknologi Bandung