Institusion
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Author
HERA LIHDANIA 383477, NIM: 99383477
Subject
Muamalat
Datestamp
2018-10-08 04:02:18
Abstract :
Salah satu sendi pokok ajaran Islam adalah zakat, disamping shalat, puasa dan haji. Zakat, infaq,
shadaqah adalah ibadah pokok yang berkaitan dengan harta benda, ibadah yang bercorak sosial
ekonomi. Bahkan zakat dan shalat yang dijadikan oleh Al-Quran sebagai perlambang bagi keseluruhan
ajaran islam.
Zakat, infaq dan Shadaqah merupakan salah satu ketetapan Allah dalam penggunaan harta. Allah
menjadikan harta benda sebagai sarana kehidupan umat manusia seluruhnya, karena itu harus
diarahkan untuk kepentingan bersama. Oleh sebab itu seseorang yang memiliki harta dan telah
memenuhi syarat wajib zakat berkewajiban memmaikanya. Begitu pentingnya ibadah zakat, sehingga
ditetapkan_nya sangsi-sangsi bagi yang tidak melaksanakannya.
Dalam pengelolaan zakat, infaq dan shadaqah tersebut kiranya perlu dipakai beberapa pendekatan
untuk dapat memelihara hakekat dan fungsi zakat, infak dan shadaqah sehingga dapat dioptimalkan.
Salah satu pendekatan tersebut pada pengelolaannya secara professional melalui sebuah institusi
khusus, seperti pengelolaan zakat, infaq dan shadaqah yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Bandung.
Yang menjadi masalah adalah bagaimanakah zakat yang dimiliki kaum berpunya tersebut dapat dikelola
sehingga dapat didistribusikan kepada delapan ashnaf yang termaktub dalam Al-Quran dan hadits.
Dompet dhuafa dalam pengeiolaan harta zakat, infaq dan shadaqah telah memihki program-program
pemberdayaan, semua program-program tersebut diusungkan guna optimalisasi pengelolaan dana zakat,
infaq dan shadaqah, tetapi sudahkah sesuai dengan siyasah maliyah terhadap pengelolaan zakat,
infaq dan shadaqah
yang dilakukan cleh. Dompet Dhuafa Bandung dan dapat didistribusikan secara
optimal karena tidak semua mustahik mampu untuk bekeija, sedangkan
pengelolaan zakat, infaq dan shadaqah harus sesuai dengan tujuan perintah z.akat yaitu untuk
kemaslahatan bersarna. .