Abstract :
A. Latar Belakang
Hamil adalah suatu masa dari mulai terjadinya pembuahan dalam rahim seorang
wanita terhitung sejak hari pertama haid terakhir sampai bayinya dilahirkan. Kehamilan
terjadi ketika seorang wanita melakukan hubungan seksual pada masa ovulasi atau masa
subur (keadaan ketika rahim melepaskan sel telur matang) dan sperma (air mani) pria
pasangannya akan membuahi sel telur matang wanita tersebut. Telur yang telah dibuahi
sperma kemudian akan menempel pada dinding rahim, lalu tumbuh dan berkembang
selama kira-kira 40 minggu (280 hari) dalam rahim dalam kehamilan normal (Rukiyah,
2014).
Sampai saat ini masalah kesehatan ibu merupakan masalah nasional yang perlu
mendapatkan perhatian yang prioritas, khususnya bagi ibu hamil. Sebenarnya masa
kehamilan ini merupakan masalah fisiologis dan dapat berjalan dengan normal, tetapi
masa kehamilan juga merupakan masa yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan
janinnya karena terdapat risiko infeksi yang lebih tinggi selama proses kehamilan dan
sebaiknya untuk melakukan pemeriksaan kehamilan dimulai sejak ibu merasa atau
mengetahui dirinya hamil (Prawirohardjo, 2012).
World Health Organization (WHO) merekomendasikan minimal empat kali
kunjungan antenatal, yang terdiri dari intervensi seperti vaksinasi tetanus toxoid, screening
dan pengobatan untuk infeksi dan identifikasi tanda-tanda bahaya selama kehamilan.
Asuhan Kebidanan yang komprehensif dilakukan dengan melakukan pemeriksaan
antenatal care selama minimal 4 kali kunjungan yaitu 1 kali pada trimester I (0-12
minggu), 1 kali kunjungan pada trimester II (13-28 minggu) serta 2 kali kunjungan pada
trimester III (28-40 minggu) (WHO, 2014).