Abstract :
Pelaksanaan pilkades di Desa Cikupa Kabupaten Tasikmalaya tahun 2021,
terdapat konflik perolehan suara yang sama diantara dua calon kepala desa.
Konflik ini diakibatkan karena adanya dugaan kecurangan politik oleh salah satu
calon kepala desa. Adanya perolehan suara yang sama (draw) dalam pilkades di
Desa Cikupa ini menunjukkan bahwa adanya pertarungan antara incumbent
dengan calon pendatang baru dalam mendapatkan kekuasaan. Dalam skripsi ini,
ingin mengetahui konflik dan konsensus politik bagaimana konflik pilkades di
Desa Cikupa diselesaikan.
Penelitian ini menggunakan tiga teori yaitu konflik dan konsensus, resolusi
konflik, dan kekuasaan. Teori tersebut untuk mengetahui proses politik, proses
dalam penyelesaian konflik, dan strategi calon incumbent dan pendatang baru
dalam mendapatkan kekuasaan dalam Pilkades di Desa Cikupa Kabupaten
Tasikmalaya pada tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan
dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, konflik yang terjadi di Desa
Cikupa disebabkan karena adanya perbedaan kepentingan/pendapat terhadap
kebijakan, adanya perbedaan arah perubahan sosial, keterbatasan sumber
kekuasaan/jabatan. Proses penyelesaian konflik politik pilkades perolehan suara
sama di antara dua calon di Desa Cikupa yaitu menggunakan cara mediasi
dengan bantuan pihak ketiga (mediator) yang membantu secara prosedural dan
substansial. Adapun model yang digunakan dalam resolusi konflik di Desa Cikupa
yaitu; (1) Peacekeeping, dengan mengurangi atau menghentikan aksi kekerasan
dibantu oleh Babinsa TNI dan Polisi setempat. (2) Peacemaking, dengan cara
mempertemukan pihak yang berkonflik dengan adanya audensi di desa dan
mediasi dengan adanya pihak ketiga (mediator) pemdes dan wakil Komisi I
DPRD Kabupaten Tasikmalaya. (3) Peacebuilding, penyelesaian jangka panjang
atau perdamaian secara kekeluargaan dengan cara pihak yang terpilih menjadi
kepala desa merekrut orang-orang yang berkonflik terlibat langsung dalam
kegiatan di Desa Cikupa. Adapun sumber kekuasaan yang digunakan oleh Yudha
Heryadhi dan Ateng Zaelani untuk mendapatkan kekuasaan dalam pilkades di
Desa Cikupa yaitu menggunakan sumber kekuasaan potensi dan aktual, jabatan
dan pribadi, langsung dan tidak langsung.
Kata Kunci: Koflik dan Konsensus, Resolusi Konflik, Kekuasaan