DETAIL DOCUMENT
Pengendalian Kualitas pada Tepung Beras dengan Metode Statistical Quality Control (SQC) dan Taguchi Method di PT. Aroma Mega Sari
Total View This Week0
Institusion
Universitas Sumatera Utara
Author
Natalia, Sudikse Inggrid
Subject
Pengendalian Kualitas 
Datestamp
2018-12-19 06:33:33 
Abstract :
PT. Aroma Mega Sari adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam industri pembuatan tepung beras, dan tepung ketan.Kegiatan proses produksi tepung beras banyak menghasilkan afkir (produk yang tidak sesuai dengan standar tepung beras). Kualitas tepung beras yang dihasilkan dinilai kurang baik, karena tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengendalian kualitas terhadap tepung beras dan untuk mengurangi jumlah afkir tepung beras. Perbaikan dilakukan dengan menerapkan metode Statistical Quality Control (SQC) dan Taguchi Method. Melalui metode SQC diperoleh jenis kecacatan tepung beras yang terjadi adalah kadar air lebih dari 1%, serat masih kasar dan kadar abu lebih dari 1%. Jenis kecacatan yang paling dominan adalah jenis kecacatan kadar abulebih dari 1% dan serat masih kasar. Semua data kecacatan afkir in control. Faktor yang menyebabkan jenis kecacatan kadar abu lebih dari 1% adalah kecepatan putar mesin penggilingan, lama perendaman beras dan suhu pengeringan. Serta faktor yang menyebabkan jenis kecacatan serat masih kasar adalah kecepatan putar penggilingan mesin, lama perendaman beras dan proses pemarutan. Hasil dari metode Taguchi menunjukkan level optimum untuk jenis kecacatan kadar abu lebih dari 1% adalah kecepatan putar mesin penggilingan 192 rpm, lama perendaman beras 2,5 jam dan suhu pengeringan 197oC. Jenis kecacatan serat masih kasar adalah kecepatan putar mesin penggilingan 179 rpm, lama perendaman beras 2,5 jam dan proses pemarutan 1 jam. Dengan menggunakan metode Taguchi jumlah tepung beras yang tidak sesuai juga mengalami penurunan untuk kadar abu mengalami penurunan rata-rata kecacatan dari 5,3kg/hari menjadi 4,89 dan untuk serat masih kasar dari 5kg/hari menjadi 4,61kg. 

Institution Info

Universitas Sumatera Utara