DETAIL DOCUMENT
Studi Kualitas DAS Cimanuk Kabupaten Indramayu dengan Metode STORET dan QUAL2Kw
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bakrie
Author
Annisa, Annisa
Subject
Environmental Science and Technology 
Datestamp
2018-02-28 03:46:40 
Abstract :
Menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang SDA DAS, Daerah Aliran Sungai adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di dara merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan. Kabupaten Indramayu merupakan wilayah yang perkembangan penduduk dan pembangunannya cukup pesat. Hal ini membuat Kabupaten Indramayu memerlukan perencanaan pengelolaan lingkungan agar perkembangan pembangunan dapat berjalan beriringan dengan perlindungan dan pemanfaatan lingkungan. Banyaknya aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dari berbagai kegiatan (rumah tangga, industri, pertanian, perikanan, perkantoran, dll) akan menghasilkan limbah yang mempengaruhi kualitas air sungai khususnya pada Sungai Cimanuk Segmen 4. Dengan bertambahnya penduduk dan aktivitas masyarakat maka akan bertambah pula limbah yang dihasilkan, hal ini dapat mengakibatkan pencemaran air sungai yang berdampak pada pengurangan manfaat atau fungsi dari sungai tersebut. Pencemaran air terjadi apabila terdapat zat atau material lain yang masuk ke dalam air yang membuat kualitas air menurun dari nilai yang seharusnya. Maka dari itu perlu adanya pemantauan kualitas mutu air sungai DAS Cimanuk Kabupaten Indramayu dalam rangka pengendalian pencemaran air guna menjaga stabilitas kualitas air sungai yang menjadi sumber daya bagi masyarakat sekitar. Untuk menentukan kualitas Sungai dilakukan anlisis dengan menggunakan metode STORET yang berdasarkan KEPMENLH Nomor 115 Tahun 2003 dan QUAL2Kw yang berdasarkan KEPMENLH Nomor 110 Tahun 2003. Setelah dianalisis, diketahui terdapat 4 parameter yang melebihi baku mutu yaitu parameter BOD, parameter Nitrit, parameter Belerang, dan parameter Detergen. Dari hasil penelitian menggunakan metode STORET diketahui bahwa air sungai Cimanuk mendapatkan skor -64 yang berarti sungai termasuk dalam kategori air tercemar berat (kelas D). Daya tampung beban pencemar sungai Cimanuk untuk baku mutu peruntukan kelas III, telah melampaui baku mutu pada beberapa titik. Pada pemodelan menggunakan QUAL2kw dilakukan pemodelan penurunan beban pencemar sebesar 30% dan 50%. Setelah dilakukan penurunan masih terdapat beberapa titik yang melampaui baku mutu. 
Institution Info

Universitas Bakrie