Abstract :
Perawat kamar operasi mempunyai beberapa tugas diantaranya sebagai
asisten pembedahan yang langsung membantu ahli bedah, atau menjadi perawat
instrumen yang bekerja sebagai perawat yang menyiapkan instrumen pembedahan
yang terbuat dari stainless steel dan jumlah yang cukup banyak dengan rata-rata
berat diatas 2-3 kg setiap instrumennya sehingga akan mempengaruhi kondisi fisik
perawat dan menimbulkan keluhan muskuloskeletal. Keluhan muskuloskeletal
beberapa tahun terakhir ini makin meningkat pada perawat ruang operasi yang dapat
disebabkan oleh beberapa faktor risiko diantaranya posisi kerja. Tujuan penelitian
ini untuk mengetahui hubungan posisi kerja dengan keluhan muskuloskeletal.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional. Teknik sampling yang
digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling secara purposive
sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 36 orang yang sudah sesuai
dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisa data menggunakan analisis chi square.
Hasil analisis chi square menunjukkan nilai p value adalah 0,000 berarti hipotesis
dari penelitian ini diterima yang artinya ada hubungan antara posisi kerja dengan
keluhan muskuloskeletal pada perawat di Instalasi Bedah Sentral dan Anestesi
RSUD Bali Mandara. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan dalam
memberikan edukasi kepada perawat utamanya diruang operasi tentang cara
mencegah