Abstract :
Gerakan kapal akibat gelombang sangat perlu diperhitungkan dalam tahap desain. Kapal ini didesain untuk tidak lambat dalam pergerakannya dipermukaan air. Untuk dapat bergerak dengan cepat dan lincah, kebutuhan yang paling penting bagi kapal jenis ini adalah pada olah geraknya. Tujuan tugas akhir ini adalah mengetahui respon gerak kapal patrol exsisting dan kapal desain diperairan Natuna pada ketinggian gelombang maksimum dan mengetahui indeks kenyamanan Motion Sickness Incidense (MSI). Metode yang digunakan untuk menganalisis RAO menggunakan software maxsurf dengan sudut 90°, 135°, dan 180° dan ketinggian gelombang 1m dan 1,8. Dan untuk mengetahui indeks kenyamanan Motion Sickness Incidence (MSI), dilakukan analisis pada Bridge deck dan Forepeack. Pada hasil analisis RAO. Pada hasil analisis kapal exsisting ini tidak ada yang memenuhi kriteria pada NORDFORSK 1987. Mengacu pada standar ISO 2631, hasil analisa MSI pada Kapal exsisting dengan kecepatan kapal 25 knot dan gelombang 1 m dan 1,8 dengan sudut arah datang gelombang Beam seas (90°) pada kedua titik lokasi , MSI Category (SM) masih pada kondisi moderat (layak), Sedangkan pada bow quartering seas (135°), dan head seas (180 deajat) pada ketiga titik lokasi, MSI Category (SM) pada kondisi waspada dan berbahaya. Sementara itu pada Kapal desain kecepatan 25 knot dan gelombang 1 m dan 1,8 m, dengan sudut arah datang gelombang beam seas (90°) MSI category (SM) menunjukkan bahwa keadaan kapal pada posisi moderat (layak). Sedangkan pada bow quartering seas (135°), dan head seas (180°) pada ketiga titik lokasi, MSI Category (SM) pada kondisi parah dan sangat beresiko.
Kata Kunci : Kapal Patroli, Gelombang, Motion Sicness Incidence.