DETAIL DOCUMENT
ANALISA KETERLAMBATAN DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK MANAJEMEN RISIKO BERBASIS TEKNOLOGI INDUSTRI 4.0 PADA PEMBANGUNAN PASAR RAWA INDAH BONTANG
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Lestari, Armelia Megawati
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General) 
Datestamp
2021-07-07 05:33:54 
Abstract :
Salah satu proyek konstruksi yang dalam pelaksanaannya mengalami keterlambatan adalah Proyek Pasar Rawa Indah Bontang. Keterlambatan proyek berakibat meningkatnya risiko yang akan timbul. Risiko dianalisa dan ditangani dampaknya menggunakan manajemen risiko. Risiko dikelola menggunakan langkah kerja yang efektif dan efisien dengan kerangka kerja (framework). Framework memuat proses manajemen risiko yang terintegrasi serta dapat diimplementasikan menggunakan Teknologi Industri 4.0. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui variabel penyebab keterlambatan proyek, mengembangkan framework manajemen risiko berbasis Teknologi Industri 4.0 dan mengaplikasikannya kedalam framework menggunakan teknologi Internet of Things (IoT). Framework manajemen risiko dikembangkan menggunakan enam pilar Teknologi Industri 4.0 dengan melakukan analisa pendahuluan, menentukan alur penelitian, membuat tahapan manajemen risiko, menentukan tools risiko dan merancang stategi penanganan risiko. Teknologi IoT dapat menggabungkan lebih dari satu metode analisa yaitu tahap identifikasi risiko menggunakan metode Delphi Technique didapatkan 42 indikator berpengaruh pada keterlambatan proyek. Tahap analisa risiko menggunakan risk chonogram didapatkan pekerjaan dengan risiko keterlambatan sangat tinggi yaitu pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah, pekerjaan pondasi, pekerjaan mekanikal gedung lantai 4 dan 4A dan pekerjaan mekanikal gedung lantai 4, menggunakan metode Analytical Hierrarcy Process (AHP) didapatkan risiko dominan keterlambatan yaitu sub-kon kurang menyediakan tenaga kerja, sulitnya memperoleh izin bekerja, keterbatasan material, perubahan desain berulang, permasalahan dengan penduduk dan keterlambatan pembayaran. Tahap evaluasi risiko menggunakan metode Monte Carlo didapatkan waktu minimum dan maksimum keterlambatan proyek berturutturut adalah 334 dan 438 hari. Penanganan risiko dominan dengan strategi mitigasi risiko dilakukan dengan meminta rekomendasi pengalaman bekerja subkon, penyelesaian perizinan proyek, manajemen material yang baik, pembuatan softdrawing yang disetujui seluruh pihak, rapat koordinasi dengan perangkat daerah dan merinci sumber dana proyek. 
Institution Info

Institut Teknologi Kalimantan