DETAIL DOCUMENT
Analisis Permeabilitas Pasir Cetak Dengan Porositas Hasil Pengecoran Kaleng Aluminium Dengan Variasi Penambahan Komposisi Campuran Abu Sekam Padi
Total View This Week0
Institusion
Institut Teknologi Kalimantan
Author
Pinasti, Satrio Alam Bramantyo
Subject
TA Engineering (General). Civil engineering (General) 
Datestamp
2021-08-02 02:29:22 
Abstract :
Seiring perkembangan zaman, perkembangan aluminium sangat pesat. Banyak bidang konstruksi maupun transportasi menggunakan aluminium karena memiliki beberapa keuntungan seperti tahan korosi, ringan, kuat dan alasan lain. Produk dari aluminium banyak mencampurkan scrap dengan aluminium murni untuk menekan biaya. Salah satu scrap yang sering digunakan adalah kaleng aluminium karena mudah didapat. Kaleng aluminium dapat didaur ulang salah satunya dengan cara pengecoran. Daur ulang pengecoran aluminium dapat dilakukan pada kaleng aluminium bekas yang telah dilakukan pada trial error. Penelitian ini akan dilakukan dengan pengecoran kaleng aluminium bekas dengan memvariasikan komposisi abu sekam padi dengan komposisi 8%, 10%, 12% dan 14% sebagai bahan tambahan pasir cetak. Lalu akan melihat permeabilitas dari cetakan pasir dan porositas dari hasil coran aluminium. Diharapkan permeabilitas berada pada angka 50 ? 170 ml/min dan porositas seminimal mungkin. Dari hasil pengujian permeabilitas didapatkan bahwa pada komposisi abu sekam 8% memiki nilai permeabilitas sebesar 51,33 ml/min sedangkan abu sekam 10%, 12%, dan 14% masing-masing memiliki nilai permeabilitas sebesar 49,33 ml/min, 48,33 ml/min dan 47,33 ml/min. Hal ini menandakan bahwa hanya komposisi abu sekam sebanyak 8% saja yang masih masuk dalam standar nilai permeabilitas cetakan. Penyebabnya adalah dengan semakin banyaknya abu sekam yang digunakan, abu sekam terlalu menutupi celah-celah diantara campuran bahan seperti pasir silika dan bentonit. Sehingga ketika proses pembekuan dari aluminium cair, udara panas tidak mampu untuk keluar dengan bebas yang membuat panas terperangkap di dalam cetakan pasir. Hasil dari nilai permeabilitas yang buruk dapat ditandai dengan porositas pada hasil peleburan aluminium. Semakin rendah permeabilitas yang didapat, maka akan semakin tinggi hasil porositas yang didapat. Sampel A didapat 3,29 % porositas, Sampel B didapat 3,88 % porositas, Sampel C didapat 6,18 dan Sampel D didapat 7,88% porositas. 
Institution Info

Institut Teknologi Kalimantan