Abstract :
Tes Lari 12 menit merupakan salah satu macam tes kesamaptaan jasmani yang
wajib dilaksanakan oleh setiap prajurit TNI AU secara periodik enam bulan sekali
dan pada saat kenaikan pangkat, bertujuan untuk menilai tingkat kebugaran prajurit.
Pada pelaksanaanya beberapa prajurit hanya menjalani dengan berjalan kaki karena
mudah lelah dan stamina jelek sehingga diperlukam latihan lari secara rutin dan
upaya lain yaitu terapi akupunktur olahraga yang berfungsi sebagai doping alami
untuk memaksimalkan kekuatan otot, mampu mengembalikan kebugaran, stamina
dengan cepat dengan cara melakukan penusukan pada organ-organ yang terkait.
Desain penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan
melibatkan seorang partisipan prajurit usia 22 tahun yang mengeluh lelah saat
melaksanakan tes samapta lari 12 menit kurang lebih 3 bulan yang lalu dan kaki
sering kram saat berolahraga serta mudah terbangun saat tidur. Untuk memperoleh
data partisipan dilakukan 4 cara pemeriksaan sesuai dalam kaidah terapi akupunktur
yaitu Wang (observasi), Wen (olfaksi dan auskultasi), Wun (anamnesa) dan Qie
(palpasi). Selanjutnya data yang diperoleh digunakan sebagai bahan menyusun
diagnosa, merencanakan dan melaksanakan tindakan beserta evaluasinya.
Dari hasil pemeriksaan di atas didapatkan bahwa lelah yang dirasakan pada
prajurit tersebut disebabkan oleh defisinsi Qi Limpa, sehingga perlu disusun jadwal
terapi sebanyak 5 kali dengan prinsip terapi untuk menaikkan Qi Limpa dan
Lambung sebagai sumber nutrisi tubuh dan menaikkan stamina tubuh. Titik-titik
akupunktur yang digunakan Taiyuan (LU9) untuk menguatkan Qi paru, Tongli
(HT5) untuk menenangkan pikiran, Taichong (LR3) untuk mengatur Qi dan xue,
Sanyinjiao (SP6) untuk tonifikasi Qi Limpa, Zusanli (ST36) untuk meningkatkan
stamina dan tonifikasi Qi Limpa dan Yanglingquan (GB34) untuk memperkuat
tendon. Dilanjutkan terapi ke 6 sebagai tambahan terapi untuk memelihara stamina
yang sudah didapat dengan titik Taibai (SP3), Gongsun (SP4) dan Shen Shu
(BL23).
Penelitian studi kasus ini menghasilkan bahwa partisipan merasa nyaman
setelah melakukan terapi akupunktur yang pertama. Keluhan mudah lelah yang
dirasakan saat lari12 menit mulai berkurang. Sedangkan pada terapi kedua dan
ketiga semua keluhan sudah hilang. Namun terapi tetap dilanjutkan sampai 6 kali
hingga memperoleh hasil yang sangat bagus dan partisipan tidak mengeluh lagi
pada saat melaksanakan tes samapta lari 12 menit dan kaki sudah tidak kram lagi
saat berolahraga serta tidur bisa nyenyak.