Abstract :
Swamedikasi adalah suatu proses pengobatan yang dilakukan sendiri dimulai dari
pengenalan terhadap gejala pemilihan serta penggunaan obat seperti gejala penyakit
ringan demam,batuk,flu,nyeri dan lain-lain . Swamedikasi juga menjadi alternatif
yang banyak dipilih masyarakat untuk meredakan atau menyembuhkan penyakitnya dan dalam penggunaannya juga harus,tepat,aman dan rasional
responden penelitian ini merupakan masyarakat Kampung Sukamulya dengan
banyak 100 responden yang terdiri dari RW 02 dan RW 013. Pengumpulan data
dilakukan secara survei door to door dilakukan dengan menggunakan kuisioner sebanyak 20 pertanyaan yang telah melalui uji validitas 0,361 dan reliabilitas 0,092.
Dengan teknik stratified random sampling pengambilan sampel dengan memperhatikan suatu tingkatan, gambaran tingkat pengetahuan dan karakteristik masyarakat dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat di Kampung Sukamulya yang bersedia menjadi responden penelitian ini lebih banyak perempuan (64%) usia dewasa (16-30) sebanyak 44% dengan pekerjaan ibu rumah tangga(55%) dengan tingkat pendidikan SD(52%).Gambaran perilaku swamedikasi banyak dilakukan untuk pengobatan demam flu batuk dengan alasan sakit ringan dan jika tidak sembuh setelah melakukan swamedikasi masyarakat beralih ke Puskesmas sedangkan hasil dari gambaran tingkat pengetahuan bahwa Masyarakat Kampung Sukamulya yaitu 15% berpengetahuan baik,berpengetahuan cukup 23% dan 62% ,berpengetahuan kurang. Banyaknya masyarakat yang melakukan swamedikasi setelah dilakukan penelitian ternyata dalam pengetahuan mendapatkan obat masyarakat hanya 33,3 % yang mengetahui cara mendapatkan obat yang baik,dalam menggunakan obat masyarakat mengetahui sebanyak 65% , dan cara menyimpan obat yang baik 57% , kemudian
masyarakat dalam membuang obat yang baik dan benar memperoleh hasil data 54%. Dari hasil penelitian bahwa masyarakat Kampung Sukamulya kurangnya pengetahuan dalam mendapatkan obat yang baik,aman,tepat indikasi dan rasional