DETAIL DOCUMENT
OPTIMALISASI DINAS JAGA UNTUK MENINGKATKAN KEAMANAN DI MT. ANGGRAINI EXCELLENT SAAT DI PELABUHAN TERMINAL PONTIANAK
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang
Author
NUR, INDIYAH PRASETYANI
Subject
Skripsi 
Datestamp
2019-02-07 01:03:52 
Abstract :
ABSTRAKSI Nur Indiyah Prasetyani, 2018, NIT: 51145159.N, ?Optimalisasi Dinas Jaga Di MT. Anggraini Excellent Untuk Meningkatkan Keamanan Saat Di Pelabuhan Terminal Pontianak?, skripsi Program Studi Nautika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. H. S. Sumardi, SH, MM, M.Mar, Pembimbing II: Agus Hendro Waskito, MM Dinas Jaga adalah kegiatan atau aktivitas yang dilaksanakan oleh regu jaga yang dipimpin oleh seorang perwira jaga sesuai dengan jadwal tugas jaga yang telah di tempelkan pada papan pengumuman oleh Chief Officer diatas kapal. Adapun hal - hal yang berkaitan dengan keamanan tersebut dapat berjalan dengan baik, maka dibutuhkan kecakapan petugas jaga dalam berdinas jaga dengan rasa tanggung jawab dan etos kerja yang tinggi. Dalam hal ini petugas jaga harus mampu melaksanakan dinas jaga terutama pada saat berlabuh jangkar dengan baik sesuai aturan yang ditetapkan dikapal. Metode yang digunakan peneliti untuk mengatasi masalah adalah metode Fishbone Analysis, dengan metode Fault Tree Analysis untuk menentukan masalah prioritas pada saat kapal melaksanakan dinas jaga berlabuh jangkar sehingga anda bisa menemukan pemecahan masalah tersebut. Dari perhitungan prioritas masalah, faktor lingkungan dan manusia pada saat berlabuh jangkar yang paling berpengaruh pada pelaksanaan dinas jaga berlabuh jangkar. Sumber data dari penelitian ini berasal dari hasil observasi pelaksanaan dinas jaga berlabuh jangkar diatas kapal selama melaksanakn praktek laut. Dari hasil penelitian dapat diketahui pada saat pelaksanaan dinas jaga berlabuh jangkar faktor yang menyebabkan kapal terjadi pencurian dan penerapan ISM Code adalah adanya faktor tempat berlabuh yang rawan pencurian, kondisi petugas jaga yang kurang fit dalam melaksanakan tugas jaga, penerapan standing order yang kurang maksimal, serta penerapan dinas jaga yang tidak sesuai dengan aturan di pelabuhan kurang aman saat berlabuh jangkar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa setiap petugas jaga baik itu perwira maupun ABK hendaknya senantiasa melaksanakan prosedur tugas jaga sesuai aturan dan selalu waspada terhadap lingkungan di sekitar area kapal dan harus senantiasa melaporkan kepada perwira jaga . Peralatan seperti CCTV diatas kapal harus selalu di check supaya tetap baik dan dapat di gunakan secara maksimal selain dilaksanakannya dinas jaga keliling. Kata kunci: Pelaksanaan, Dinas jaga, Berlabuh jangkar. 
Institution Info

Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang