Abstract :
Cadar merupakan kain penutup wajah yang hanya menampakkan kedua mata. Di Indonesia sendiri tidak ada larangan dalam mengenakan cadar bagi kaum
muslimah. Walau tidak ada larangan, tetapi, mengapa di kampus yang notabennya Islam di Indonesia melarang penggunaan cadar itu sendiri. hal ini menjadi isu-isu
sosial dan menimbulkan suatu pendapat (persepsi) yang berbeda bagi siapa saja yang memandangnya. Seperti kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, IAIN
Jember, dan UIN Jakarta, dengan statement mengkhawatirkan meningkatnya radikalisme serta menghambat kegiatan belajar. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berfokus pada pengamatan mengenai pandangan mahasiswa
terhadap cadar. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana pandangan dari kampus umum, mahasiswa UNSRI prodi Ilmu Komunikasi
terhadap gaya berbusana hijab tertutup (cadar) mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang. Penelitian ini menggunakan teori Interaksi Simbolik. Hasil dari penelitian ini bahwa pandangan mahasiswa Universitas terhadap cadar yang dikenakan mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang yakni, premis 1 dari 10
informan mahasiswa hanya 1 yang kurang setuju terhadap cadar, menurutnya banyak mudhoratnya, dan 1 tidak tau sama sekali apa itu cadar. Premis 2, dari 15
informan mahasiswa pandangan mengenai cadar dilingkungan mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang yang mengenakan cadar, 14 informan menyatakan bahwa
cadar yang dikenakan mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang yakni merupakan suatu hal yang baik dan positif, dan 1 informan menyatakan biasa saja. Premis 3,
dari 15 informan, kesemua informan memberikan sikap dukungan terhadap mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang.