DETAIL DOCUMENT
Meneropong Pesta Sekolah Budaya Manggarai pada Masyarakat Tiwung Tana dalam Terang Kisah Hidup Jemaat Perdana Seturut Kisah Para Rasul 2:41-47
Total View This Week0
Institusion
INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO
Author
AFANDI, Bonefasius
Subject
BL Religion 
Datestamp
2021-08-31 00:57:33 
Abstract :
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki keragaman budaya. Kebudayaan ini menjadi warna dan identitas sebuah wilayah atau daerah. Kebudayaan sebagai bentuk kreativitas manusia. Kebudayaan dibentuk dengan tujuan mengakrabkan serta menjamin kesejahteraan bersama (bonum commune). Dengan kebudayaan, manusia diharapkan dapat bersatu, bersahabat, bekerja sama, solider dan memberi diri bagi yang lain lewat acara kebudayaan. Kebudayaan menjadikan manusia mengerti dengan baik tentang kehidupan, moralitas dan berbagai sistem nilai yang perlu dihidupi oleh sekelompok orang maupun sebagai individu. Dalam kebudayaan Manggarai khususnya masyarakat Tiwung Tana, salah satu nilai kebudayaan yang sudah diwariskan secara turun temurun adalah pesta sekolah. Pesta sekolah merupakan acara pengumpulan dana oleh masyarakat untuk anak yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dalam acara pesta sekolah, semboyan yang selalu dihidupkan adalah "tegi campe agu momang" (minta bantuan dan doa). Nilai kehidupan yang terdapat dalam acara pesta sekolah adalah: doa, pelayanan, perutusan dan rasa sense of belonging (rasa memiliki). Semangat ini juga dihidupi oleh jemaat perdana seperti yang dijelaskan dalam Kisah Para Rasul 2: 41-47. Jemaat Perdana merupakan kumpulan umat Kristen awali yang menganut ajaran iman akan Yesus Kristus. Mereka adalah masyarakat kecil dan agama minoritas dalam agama asli, yaitu agama Yahudi. Acara pesta sekolah dan hidup jemaat perdana merupakan dua realitas sosial dan budaya yang berbeda namun memiliki semangat hidup yang sama, yakni berkumpul bersama, berdoa, melayani, saling berbagi dan solider. 
Institution Info

INSTITUT FILSAFAT DAN TEKNOLOGI KREATIF LEDALERO