DETAIL DOCUMENT
Uji Bahan Kimia Obat (Asam Mefenamat) pada Jamu Pereda Nyeri Haid di Kota X dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis
Total View This Week0
Institusion
STIKES Panti Waluya Malang
Author
Irawan, Fransisca Elsia One
Subject
RS Pharmacy and materia medica 
Datestamp
2023-08-07 08:19:58 
Abstract :
Jamu di Indonesia sudah digunakan sejak zaman nenek moyang kita, dikarenakan kekayaan dan keanekaragaman bahan obat tradisional dengan berbagai manfaat yang digunakan untuk mengobati penyakit. Jamu merupakan bagian dari warisan budaya Indonesia, sayangnya saat ini banyak terjadi penipuan yang dilakukan oleh pengusaha yang tidak bertanggung jawab dengan mencampurkan sediaan jamu dengan bahan kimia obat ( BKO). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya asam mefenamat pada jamu pereda nyeri haid (A,B,C,D,E) di Kota X dengan kromatografi lapis tipis (KLT). Metode penentuan bahan kimia obat (asam mefenamat) pada obat herbal pereda nyeri haid menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT). Fase diam yang digunakan adalah TLC gel F254 dan fase geraknya adalah larutan etil asetat: metanol: amonia (80 : 10 : 10). Sampel diaplikasikan pada plat KLT, kemudian dielusi dan dihitung nilai Rf masing-masing sampel. Hasil penelitian dengan kromatografi lapis tipis diulang sebanyak 3 kali, nilai Rf rata-rata sampel adalah 0,67 untuk noda pertama sampel A, 0,77 untuk noda kedua sampel A dan 0,86 untuk noda ketiga sampel A; 0,19 untuk sampel B (residu); 0,68 untuk noda C sampel pertama, 0,77 untuk noda C sampel kedua dan 0,86 untuk noda C sampel ketiga; 0,55 untuk noda D sampel pertama, 0,63 untuk noda D sampel kedua dan 0,72 untuk noda D sampel ketiga; diikuti dengan 0,54 untuk noda pertama sampel E, 0,62 untuk noda kedua sampel E dan 0,72 untuk noda ketiga sampel E. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semua noda sampel A, B, C, D dan E yang diuji memiliki nilai Rf dengan nilai Rf asam mefenamat, sampel dinyatakan negatif karena tidak mengandung asam mefenamat. Herbal medicine in Indonesia has been used since the time of our ancestors, due to the richness and diversity of traditional medicinal ingredients with various benefits used to treat diseases. Jamu is part of Indonesia's cultural heritage, unfortunately there are currently many frauds committed by irresponsible entrepreneurs by mixing herbal preparations with medicinal chemicals (BKO). The purpose of this study was to determine the presence or absence of mefenamic acid in menstrual pain relief herbs (A,B,C,D,E) in Kota X using thin layer chromatography (TLC). The method of determining medicinal chemicals (mefenamic acid) in herbal medicines to relieve menstrual pain uses thin layer chromatography (TLC). The stationary phase used was TLC gel F254 and the mobile phase was ethyl acetate: methanol: ammonia solution (80 : 10 : 10). The sample was applied to the TLC plate, then eluted and the Rf value of each sample was calculated. The results of the study with thin layer chromatography were repeated 3 times, the average Rf value of the sample was 0.67 for the first sample A stain, 0.77 for the second sample A stain and 0.86 for the third sample A stain; 0.19 for sample B (residue); 0.68 for the first sample C stain, 0.77 for the second sample C stain and 0.86 for the third sample C stain; 0.55 for the first sample D stain, 0.63 for the second sample D stain and 0.72 for the third sample D stain; followed by 0.54 for the first stain of sample E, 0.62 for the stain of the second sample E and 0.72 for the stain of the third sample E. The conclusion from this study is that all stains of samples A, B, C, D and E tested have Rf with the Rf value of mefenamic acid, the sample was declared negative because it did not contain mefenamic acid. 
Institution Info

STIKES Panti Waluya Malang