DETAIL DOCUMENT
Tinjauan Yuridis Terhadap Kedudukan Penanggung Utang Berdasarkan Pasal 1820 KUH Perdata (Studi Kasus Putusan Nomor 1883K/Pdt/2016), 88 Halaman, 2018
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Author
Reza, Tirta Satyanugroho
Subject
Hukum 
Datestamp
2019-02-22 03:51:20 
Abstract :
Perjanjian di dalam suatu kehidupan merupakan bagian yang sangat berkaitan dengan kehidupan sosial manusia, sehingga menjadi salah satu sumber terpenting dari lahirnya perikatan. Perikatan itu paling banyak lahir dari perjanjian, tetapi ada juga perikatan yang lahir dari undang-undang. Perjanjian penanggungan merupakan salah satu bentuk perjanjian yang melibatkan pihak ke tiga. Sifat dari perjanjian penanggungan ini adalah accecoir yang mana isi perjanjiannya berkaitan dengan perjanjian pokok, jika perjanjian pokoknya tidak sah atau berakhir maka secara perjanjian penangungan ini menjadi gugur sesuai dengan sifatnya yang accecoir. Bagaimana kedudukan penanggung utang berdasarkan pasal 1820 KUH Perdata dalam perkara putusan Mahkamah Agung Nomor 1883K/Pdt/2016? Bagaimana Pertimbangan Hakim dalam memutus perkara putusan Nomor 1883K/Pdt/2016? Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yaitu metode untuk memahami persoalan dengan tetap berada pada kajian ilmu hukum yang didasarkan pada asas-asas, norma-norma, dan peraturan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan penangung utang berdasarkan Pasal 1820 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan juga untuk mengetahui pertimbangan hukum dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Brebes dalam Putusan Nomor 05/Pdt.G/2015/PN.Bbs dan Majelis Hakim Mahkamah Agung dalam memutus sengketa perkara perdata Putusan Nomor 1883K/Pdt/2016. Kata kunci : Perjanjian, Perjanjian Penanggungan, Plurium Litis Concortium. 
Institution Info

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya