DETAIL DOCUMENT
Analisis Sistem Pengendalian Internal Dalam Pencapaian Target Penerimaan Pajak Air Bawah Tanah pada Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Derah Kota Medan
Total View This Week0
Institusion
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Author
Batubara, Lukmanul Hakim
Subject
336 Public finance 
Datestamp
2020-11-20 08:29:14 
Abstract :
Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan merupakan unsur pelaksana pemerintah daerah dalam rangka pemungutan pajak daerah kota medan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Medan khususnya para wajib pajak. Dalam menjalankan tugasnya BPPRD Kota Medan belum cukup cukup efektif dengan pencapaian target BPPRD Kota Medan di tahun, 2014(118,72%), 2015(113,59%), 2016(95,11%), 2017(100,05%) dan tahun 2018(86,06%). Dalam menjalankan tugasnya dalam melaksanakan pemungutan pajak Air Bawah Tanah dikarenakan terdapat beberapa kendala yang mengakibatkan beberapa tahun terakhir ada yang tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis sistem pengendalian internal di bagian, lingkungan pengendalian, penilaian resiko, informasi dan komunikasi, aktivitas pengendalian dan pengawasan dalam prosedur dan pemungutan pajak Air Bawah Tanah di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kulitatif yaitu suatu penelitian yang menghasilkan data deskriftif berupa data kata-kata tertulis atau lisan dari narasumber. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan sekunder, dimana data primer dilakukan dengan wawancara dan data sekunder berupa data realiasasi pencapaian target penerimaan pajak air bawah tanah. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah yang pertama, mereduksi data kemudian menyajikan data dan selanjutnya menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realisasi penerimaan target pajak air bawah tanah yang diterima Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan sudah mencapai target dan cukup efektif di tahun dengan presentase di tahun 2014 (118,72%), tahun 2015 (113,59%) dan tahun 2017 (100,05%) sementara presentase di tahun 2016 (95,11%) sebesar dan tahun 2018 (86,06%) belum mencapai target, sehingga penerimaan pajak air bawah tanah belum cukup efektif. Hal ini disebabkan berbagai faktor seperti kurang tegasnya pihak BPPRD Kota Medan dalam memberi sanksi bagi wajib pajak yang menunggak dan tidak melaporkan pajaknya, terjadinya pengurangan penggunaan air bawah tanah di kawasan industri dan pabrik, banyaknya hotel dan restoran yang tidak memakai air bawah tanah 
Institution Info

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan