Abstract :
Kecurangan, terutama korupsi, masih sering terjadi dan menyebabkan kerugian
keuangan maupun non keuangan. Meskipun banyak kasus kecurangan yang terjadi di Kabupaten Maros, belum ada catatan resmi tentang whistleblowing oleh pegawai inspektorat daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas moral, audit internal, dan personal cost terhadap whistleblowing intention pegawai Inspektorat Daerah Kabupaten Maros.
Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan lapangan (field research).
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel
jenuh. Data primer diperoleh dari kuesioner yang disebarkan kepada 60 orang PNS di Kantor Inspektorat Daerah Kabupaten Maros. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan SPSS versi 25.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas moral berpengaruh positif
signifikan terhadap whistleblowing intention, mencerminkan komitmen pegawai
dalam melaporkan tindakan tidak etis. Audit internal berpengaruh positif signifikan terhadap whistleblowing intention, artinya semakin komperehensif, transparan dan akuntabel hasil audit, maka akan meningkatkan whistleblowing intention. Personal cost juga berpengaruh positif signifikan terhadap whistleblowing intention, menunjukkan bahwa tingginya biaya personal tidak menghalangi niat pegawai untuk melaporkan kecurangan.