DETAIL DOCUMENT
Hubungan Antara Usia Dan Jenis Kelamin Terhadap Angka Kejadian Berdasarkan Derajat Keganasan Meningioma Di Instalasi Patologi Anatomi, Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soetomo Periode Tahun 2018
Total View This Week146
Institusion
Universitas Airlangga
Author
Arlia Ayu Damayanti
Subject
BL460 Sex Worship, Phallicism 
Datestamp
2020-01-16 02:25:33 
Abstract :
arachnoid cap cells. Angka kejadian meningioma di Amerika Serikat meningkat sejak 2008 – 2014, termasuk di Indonesia. Angka kejadian terjadinya meningioma dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk usia dan jenis kelamin. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan derajat keganasan meningioma di Instalasi Patologi Anatomi, RSUD Dr. Soetomo periode tahun 2018. Metode: Penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional retrospektif menggunakan data sekunder dari lembar hasil pemeriksaan patologi anatomi. Analisis data menggunakan uji Chi squre (SPSS 25) dengan tingkat signifikan p <0,05 dengan etik nomor 0591/KEPK/1x/2018. Hasil: Terdapat 45 pasien dengan meningioma. Tiga belas pasien (29%) adalah laki-laki dan 32 pasien (71%) adalah perempuan sehingga didapatkan perbandingan sebesar 2,36:1. Distribusi usia paling banyak terdapat pada kelompok usia 45-49 tahun sebanyak 10 pasien (22,2%) dan tidak ditemukan pasiean pada usia 0-4 tahun, 5-9 tahun, 10-14 tahun, dan >74 tahun. Terdapat 37 pasien (82%) dengan WHO grade I, 6 pasien (13%) dengan WHO grade II, dan 2 pasien (4%) dengan WHO grade III. Terdapat 22 pasien (49%) dengan tipe transisional, 6 pasien (13%) dengan tipe atypical, 4 pasien (9%) dengan tipe microcystic dan multiple, 3 pasien dengan tipe fibrous, 2 pasien pada masing-masing tipe meningothelial dan anaplastic, serta 1 pasien pada masing-masing tipe angiomatous dan psammomatous. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan angka kejadian berdasarkan derajat keganasan meningioma dengan nilai r = 0,718 dan nilai p = 0,025 dan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan angka kejadian berdasarkan derajat keganasan meningioma dengan nilai r = 0,441 dan nilai p = 0,002. Rasio pasien perempuan dibanding laki-laki sebesar 1 : 2,36. Kesimpulan: Derajat keganasan meningioma berhubungan erat dengan usia dan jenis kelamin penderita. Pasien usia dewasa muda lebih berisiko menderita meningioma. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan penelitian terkait hal ini dalam ruang lingkup yang lebih luas dan jumlah sampel yang lebih besar 
Institution Info

Universitas Airlangga