Abstract :
Penelitian ini dilakukan di Kota Jayapura dengan focus penelitian di Kepolisian Resor Jayapura Kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kekerasan fisik dalam rumah tangga yang dilakukan suami terhadap istri di Kota Jayapura dan upaya penanggulangan tindak pidana
kekerasan fisik dalam rumah tangga yang dilakukan suami terhadap istri di Kota Jayapura. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif dan penelitian hukum yuridis empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa factor penyebab kekerasan fisik dalam
rumah tangga yang dilakukan suami terhadap istri antara lain (1) faktor ekonomi,
seperti penghasilan yang tidak cukup untuk mempenuhi kebutuhan rumah tangga, sering menimbulkan pertengkaran antara suami dan istri. (2) factor perseingkuhan,
dengan akibat terjadinya perselingkuhan kemudian diikuti dengan serangkaian pertengkaran yang berkelanjutan yang dapat menimbulkan tindak kekerasan fisik yang dilakukan seorang suami terhadap istri (3) factor minuman keras dan
narkotika, di mana suami kecanduan minuman beralkohol dan narkoba bisa membuat suami nekat untuk melakukan apa saja agar dapat mengkonsumsinya termasuk melakukan kekersan fisik terhadap istri (3) factor media sosial, seorang istri yang menjadi bermalas-malasan, asyik dengan handphonenya bahkan sampai tidak mengurus anak dan suaminya. Sehingga muncul percekcokkan dan pertengkaran, yang bahkan jika berkelanjutan dapat terjadi pemukulan atau kekerasan fisik yang dilakukan suami terhadap istri. Upaya penanggulangan
tindak pidana kekerasan fisik dalam rumah tangga yang dilakukan suami terhadap istri di Kota Jayapura terdiri dari (1) upaya preemtif seperti sosialisasi dan edukasi akan bahayanya tindak kekerasan dalam rumah tangga, (2) upaya preventif seperti penyuluhan tentang hukum atau peraturan perundang-undangan tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, dan (3) upaya represif, yaitu penindakan, yang meliputi penangkapan, pemeriksaan, penyidikan hingga langkah
tegas sesuai dengan yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga.
Disarankan agar pemerintah melakukan sosialisasi tentang pencegahan kekerasan dalam rumah tangga terhadap pasangan suami istri yang rawan kasus kekerasan dalam rumah tangga pada setiap distrik baik secara langsung maupun tidak langsung. Diperlukan dukungan dari semua pihak, karena kekerasan dalam rumah tangga merupakan tanggung jawab kita bersama, terutama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan. Sehingga tidak dianggap sebagai sebuah kejadian yang ?biasa? dalam masyarakat kita.
Kata Kunci: Kriminologi, Kekerasan Fisik, KDRT, Suami Istri