DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN KELIMPAHAN IKAN KEPE-KEPE (CHAETODONTIDAE) DENGAN KONDISI TERUMBU KARANG DI DASAR PERAIRAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN PARIWISATA DIPULAU TIKUS, KOTA BENGKULU PROVINSI BENGKULU
Total View This Week0
Institusion
Universitas Bengkulu
Author
Dewanto, Rahadian Harry
Irnad, Irnad
Bieng , Brata
Subject
S Agriculture (General) 
Datestamp
2015-03-24 09:19:14 
Abstract :
Pulau Tikus merupakan pulau karang yang berada di pesisir Kota Bengkulu dan mempunyai potensi keindahan panorama bawah laut yang dapat mendukung aktivitas ekowisata bahari, namun diperlukan pengelolaan dan pengawasan agar tetap terjaga kelestariannya dikarenakan kondisi pulau yang sudah terkena dampak abrasi. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah (1) Menganalisa kondisi terumbu karang berdasarkan bentuk pertumbuhan (lifeform). (2) Didapatkannya pola hubungan antara kelimpahan Ikan Kepe-kepe (Chaetodontidae) dengan persentase penutupan karang hidup. (3) Mengidentifikasi permasalahan pengelolaan ekosistem terumbu karang dan menentukan strategi pengelolaan ekosistem terumbu karang sebagai upaya pengembangan kawasan ekowisata bahari di Pulau Tikus. Berdasarkan hasil analisis potensi kelimpahan ikan kepe-kepe dengan sumberdaya terumbu karang dikawasan perairan Pulau Tikus untuk strategi pengelolaan pariwisata dapat disimpulkan bahwa kondisi ekosistem terumbu karang di perairan Pulau Tikus berada dalam kategori baik, dengan rata-rata persentase tutupan terumbu karang 56%, Nilai rata-rata kelimpahan ikan famili Chaetodontidae ialah 36,7 ind/150 m2, dengan jumlah jenis dari setiap stasiun pengamatan sebanyak 10 jenis. Hasil pengujian statistik menyimpulkan bahwa terdapat korelasi positif antara persentase tutupan karang dengan kelimpahan ikan famili Chaetodontidae dengan keeratan hubungan sebesar 96,5 %. Persamaan regresi linear sederhana Y = 0.212 + 0.652 (X) menjelaskan bahwa setiap penambahan 1% tutupan karang maka diramalkan akan mempengaruhi peningkatan kelimpahan ikan famili Chaetodontidae sebesar 0,625 ind/m2. Berdasarkan analisa SWOT, dihasilkan beberapa alternatif strategis pengelolaan yang direkomendasikan sebagai rencana strategi utama yaitu (1) Strategi pertama pengembangan paket ekowisata bahari yang dikelola secara bersama oleh Kementerian Kehutanan dan stakeholder terkait. (2) Strategi kedua pembentukan kelompok masyarakat konservasi oleh Kementerian Kehutanan sebagai SDM yang akan mengelola kawasan konservasi .  
Institution Info

Universitas Bengkulu