DETAIL DOCUMENT
STUDI PENGEMBANGAN TEKNIK PENGOLAHAN NASI JAGUNG MENJADI MAKANAN DIALEKTIK
Total View This Week0
Institusion
Universitas Katolik Soegijapranata
Author
PUSPITA, VANIA HENNY
Subject
Food processing 
Datestamp
2015-08-30 11:13:09 
Abstract :
Sebagian besar masyarakat di Indonesia mengkonsumsi nasi yang berasal dari padi sebagai makanan pokok. Komoditi selain beras di Indonesia masih banyak yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat seperti jagung. Di beberapa wilayah Indonesia, jagung diolah menjadi nasi dan digunakan sebagai makanan pokok. Masyarakat saat ini mulai meninggalkan nasi jagung dan beralih pada nasi padi. Masyarakat mulai malu dan menganggap nasi jagung sebagai makanan rendahan. Oleh sebab itu perlu adanya pengembangan teknik pengolahan nasi jagung yang lebih variatif untuk menarik minat masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik pengolahan produk nasi jagung menjadi makanan dialektik yang disukai panelis, dengan teknik pengolahan yang telah biasa dilakukan oleh masyarakat dalam pengolahan nasi yaitu nasi uduk dan nasi goreng dengan nasi padi sebagai kontrol. Dalam penelitian ini digunakan tiga bahan yaitu beras padi, jagung granula, dan jagung tepung. Masingmasing bahan diolah menjadi tiga produk yaitu, nasi putih, nasi uduk, dan nasi goreng, sehingga terdapat sembilan kombinasi perlakuan. Pengujian yang dilakukan adalah uji fisik, uji kimiawi, dan uji sensori. Parameter uji kimia yang dilakukan meliputi kadar abu, air, lemak, protein, serat kasar, dan karbohidrat. Parameter uji fisik yang dilakukan meliputi penyerapan air, pengembangan volume, dan densitas. Analisa sensori dilakukan dua kali yaitu sebelum panelis melihat produk dan sesudah panelis melihat produk. Uji sensori ini bertujuan untuk mengetahui seberapa suka panelis terhadap produk nasi berbasis jagung dengan nasi berbasis padi sebagai patokannya. Parameter yang diuji adalah rasa, tekstur (kepulenan), dan overall. Indera penglihatan mempengaruhi penerimaan panelis, namun tidak secara signifikan. Pengembangan volume yang maksimal membuat teksturnya semakin pulen. Pengembangan volume pada produk nasi putih adalah sebesar 424, 803% pada nasi putih padi, nasi putih jagung granula sebesar 268,059%, dan nasi putih jagung tepung sebesar 281,967%. Pada produk nasi uduk adalah sebesar 439, 967% untuk nasi uduk padi, nasi uduk jagung granula sebesar 260,711%, dan nasi uduk jagung tepung sebesar 267,043%. Pada produk nasi goreng adalah sebesar 376, 214% pada nasi goreng padi, nasi goreng jagung granula sebesar 269,429%, dan nasi goreng jagung tepung sebesar 268,168%. Uji sensori sebelum dan sesudah panelis melihat produk nasi menunjukkan bahwa nasi jagung yang diolah menjadi makanan dialektik dapat diterima panelis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, nasi berbasis jagung granula mempunyai nilai kesukaan yang lebih tinggi daripada nasi jagung tepung. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa nasi berbasis jagung granula lebih disukai oleh panelis. 
Institution Info

Universitas Katolik Soegijapranata