DETAIL DOCUMENT
DEFORMASI TEKTONIK NEOGEN DAERAH CIMANINTIN DAN SEKITARNYA, KABUPATEN MAJALENGKA, JAWA BARAT
Total View This Week0
Institusion
Universitas Sriwijaya
Author
YONASH PHILETAS IMMANUEL (STUDENT ID : 03071281520061)
Edy Sutriyono (LECTURER ID : 0026125802)
Stevanus Nalendra Jati (LECTURER ID : 8817630017)
Subject
QE500-639.5 Dynamic and structural geology 
Datestamp
2020-01-27 02:46:34 
Abstract :
Tatanan tektonik Pulau Jawa dipengaruhi oleh interaksi konvergensi antara lempeng Eurasia dan Indo-Australia yang membentuk struktur geologi. Daerah penelitian berada di Desa Cimanintin dan Sekitarnya, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Penelitian bertujuan untuk menganalisis mekanisme pembentukan struktur geologi dan memodelkan keadaan sebelum mengalami deformasi. Metode yang digunakan adalah identifikasi kelurusan, observasi lapangan, analisis kinematika, restorasi dan penampang seimbang, serta estimasi buckling. Keterdapatan struktur geologi yang kompleks pada cekungan sedimen ini mendukung untuk menerapkan metode tersebut, sehingga dapat memodelkan urut-urutan kejadian sebelum dan setelah deformasi. Struktur geologi yang berkembang meliputi empat lipatan yang berarah Barat-Timur dan Baratlaut-Tenggara serta enam sesar dengan pola Barat-Timur dan Utara-Selatan. Lipatan yang ditemukan terdiri dari Sinklin Babakanjawa, Antiklin Kadu, Sinklin Cengal, dan Antiklin Cimanintin. Umumnya, tipe lipatan berupa tight-open dengan interlimb angle sebesar 28?-80? yang mengindikasikan proses deformasi terjadi secara kuat. Adapun, dijumpai stuktur sesar, yaitu Sesar Kadu, Sesar Cengal, dan Sesar Cimanintin yang memiliki tipe dip slip fault berarah Barat-Timur, sedangkan Sesar Cilutung I, Sesar Cilutung II, dan Sesar Cilutung III termasuk dalam jenis strike-slip dengan arah Timurlaut-Baratdaya. Deformasi Neogen dikontrol oleh kompresional berarah Utara-Selatan. Oleh karena itu, batuan mengalami pemendekan minimum sekitar 4.08-5.6 km, rasio kontraksi 25.6-32.5% dengan pergerakan laju deformasi 0.76-1.05 mm/tahun. Dua tipe tektonik yang berkembang di daerah penelitian termasuk dalam fault propagation fold dan imrbricate thrust fault. Berdasarkan proses mekanismenya, struktur geologi satu dengan lainnya saling berhubungan. Arah tektonik transport berasal dari bagian Utara-Selatan yang berasosiasi dengan Sunda Orogeny. Hasil analisis buckling menunjukkan lipatan memiliki amplitudo berkisar 123-225 meter dan panjang gelombang (?) sebesar 652-875 meter dengan total perenggangan (s) sebesar 41%-56%, sehingga termasuk dalam tahap kinematic growth. 
Institution Info

Universitas Sriwijaya