DETAIL DOCUMENT
EFEKTIVITAS TEKNIK RELAKSASI SLOW DEEP BREATHING TERBIMBING TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OP BENINGNA PROSTAT HIPERPLASIA DI SHOFA-MARWAH
Total View This Week0
Institusion
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Author
WINATA, FITRI SUSILA ADI
Subject
RT Nursing 
Datestamp
2024-01-12 08:04:50 
Abstract :
Beningna prostat hyperplasia (BPH) adalah pembesaran kelenjar prostat non kanker dapat di sembuhkan melalui operasi BPH. Untuk mengurangi nyeri pasca operasi dapat dikurangi melalui salah satu teknik non farmakologi yaitu dengan Latihan Slow deep Breathing (nafas dalam). Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh relaksasi nafas dalam terhadap penurunan intensitas nyeri pasca operasi BPH di ruang Shofa-Marwah. Penelitian ini menggunakan quasy experiment. Populasi pada penelitian ini berjumlah 32 responden pasien post operasi BPH yang dirawat di ruang ShofaMarwah dengan teknik simple random sampling. Variabel penelitian independen adalah terapi teknik relaksasi slow deep breating Variabel dependen adalah penurunan intensitas nyeri pasca operasi BPH. Instrumen yang digunakan lembar observasi dan skala ukur nyeri NRS (Numeric Rating Scale) Analisa data yang digunakan yaitu uji Wilcoxon dan mann whitney test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji Wilcoxon diperoleh p value sebesar 0.00 < 0.05, yang berarti Ho ditolak, sehingga ada pengaruh pemberian Teknik relaksasi nafas dalam terhadap intensitas nyeri pasien pasca operasi BPH. Hasil uji Mann ? Whiteney Test U post test diperoleh nilai p sebesar 0.000 (p>0.05). Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa setelah diberikan intervensi ada pengaruh terhadap intensitas nyeri pada pasien pasca operasi BPH di ruang Shofa-Marwah. Pasien pasca operasi terdBeningna prostat hyperplasia (BPH) adalah pembesaran kelenjar prostat non kanker dapat di sembuhkan melalui operasi BPH. Untuk mengurangi nyeri pasca operasi dapat dikurangi melalui salah satu teknik non farmakologi yaitu dengan Latihan Slow deep Breathing (nafas dalam). Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh relaksasi nafas dalam terhadap penurunan intensitas nyeri pasca operasi BPH di ruang Shofa-Marwah. Penelitian ini menggunakan quasy experiment. Populasi pada penelitian ini berjumlah 32 responden pasien post operasi BPH yang dirawat di ruang ShofaMarwah dengan teknik simple random sampling. Variabel penelitian independen adalah terapi teknik relaksasi slow deep breating Variabel dependen adalah penurunan intensitas nyeri pasca operasi BPH. Instrumen yang digunakan lembar observasi dan skala ukur nyeri NRS (Numeric Rating Scale) Analisa data yang digunakan yaitu uji Wilcoxon dan mann whitney test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji Wilcoxon diperoleh p value sebesar 0.00 < 0.05, yang berarti Ho ditolak, sehingga ada pengaruh pemberian Teknik relaksasi nafas dalam terhadap intensitas nyeri pasien pasca operasi BPH. Hasil uji Mann ? Whiteney Test U post test diperoleh nilai p sebesar 0.000 (p>0.05). Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa setelah diberikan intervensi ada pengaruh terhadap intensitas nyeri pada pasien pasca operasi BPH di ruang Shofa-Marwah. Pasien pasca operasi terdapat perbedaan yang signifikan antara skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan teknik relaksasi nafas dalam. Terjadi penurunan intensitas nyeri setelah diberikan intervensi teknik nafas dalam. Oleh karena itu pasien post operasi BPH dapat dilakukan pelayanan relaksasi slow deep breathing untuk mengurangi intensitas nyeri pasien pasca operasi BPH. apat perbedaan yang signifikan antara skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan teknik relaksasi nafas dalam. Terjadi penurunan intensitas nyeri setelah diberikan intervensi teknik nafas dalam. Oleh karena itu pasien post operasi BPH dapat dilakukan pelayanan relaksasi slow deep breathing untuk mengurangi intensitas nyeri pasien pasca operasi BPH. 
Institution Info

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya