DETAIL DOCUMENT
PERANAN GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM UPAYA MENIGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA DI SEKOLAH LUAR BIASA : Studi Kasus Siswa Tunanetra Total di SLB-A Negeri Kota Bandung
Total View This Week0
Institusion
Universitas Pendidikan Indonesia
Author
Fujie Indra Susilowati, -
Subject
L Education (General) 
Datestamp
2023-08-31 16:25:22 
Abstract :
Pendidikan pada dasarnya harus mampu mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak didiknya yang meliputi aspek kognitif dan aspek-aspek lainnya seperti afektif dan psikomotorik. Kognitif merupakan aspek yang menjadi tumpuan penting karena menentukan dalam segala aktivitas kehidupan terutama yang berhubungan dengan aktivitas belajar siswa di sekolah. Dalam perkembangan fungsi kognitif ini sangat bergantung dari fungsi-fungsi indera seperti indera visual, indera pendengaran, indera penciuman, maupun indera kinestetik. Siswa tunanetra total adalah siswa yang memiliki hambatan tidak berfungsinya indera penglihatan, sehingga siswa tunanetra total ini kehilangan salah satu indera yang penting dalam membantu perkembangan kognitif. Akibat hilangnya fungsi visual, siswa tunanetra total harus memberdayakan indera-indera non visual yang masih berfungsi dalam memperoleh konsep tentang suatu objek. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai mata pelajaran yang mengemban misi nasional dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa menekankan pembelajaran pada pencapaian kognitif, afektif dan psikomotorik. Namun untuk mencapai aspek afektif dan psikomotorik harus melakukan pencapaian pada kompetensi kognitifnya. Maka untuk pencapaian kompetensi tersebut khususnya dalam upaya meningkatkan kemampuan kognitif siswa tunanetra total diperlukan kemahiran seorang guru baik dalam menetapkan strategi dan target sesuai dengan peranannya dalam proses pembelajaran. Beranjak dari pemikiran tersebut, maka menarik kiranya dilakukan penelitian dengan pencapaian tujuan, memperoleh data tentang: (1) Faktor-faktor apa saja yang menjadi pertimbangan guru PKn dalam meningkatkan kemampuan kognitif siswa tunanetra total (2) Faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam upaya meningkatkan kemampuan kognitif siswa tunanetra total (3) Bagaimana upaya guru PKn dalam meningkatkan kemampuan kognitif siswa tunanetra total. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Dan teknik pengumpulan data berupa wawancara, studi dokumentasi dan studi literatur. Adapun bentuk analisis data yang diperoleh di lapangan adalah menggunakan reduksi data, display data, mengambil kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan analisis data ditemukan hasil penelitian yaitu mengenai pertimbangan guru PKn dalam meningkatkan kemampuan kognitif siswa tunanetra total yaitu perkembangan emosi, kelainan lain yang diderita, pencapaian target yang diprioritaskan yaitu segi etika, sopan santun, kedisiplinan dan kemandirian.. Adapun upaya-upaya guru PKn dalam meningkatkan kemampuan kognitif siswa tunanetra total diprioritaskan dalam hal menyangkut masalah kondisi pola belajar siswa, metode serta media dan perkembangan emosi siswa tunanetra total. 
Institution Info

Universitas Pendidikan Indonesia