Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
Safitri Utami, Ayang Rizky
Subject
RS Pharmacy and materia medica
Datestamp
2024-11-18 04:43:13
Abstract :
Peresepan elektronik merupakan inovasi teknologi informasi di
bidang pelayanan kesehatan yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan
efisiensi, namun penerapannya masih menghadapi beberapa tantangan sehingga
perlu dilakukan evaluasi, khususnya di Rumah Sakit Muhammadiyah Roemani
Semarang yang telah menerapkan sistem ini sejak 2016. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi penerapan sistem peresepan elektronik di Rumah Sakit
Roemani berdasarkan ketersediaan fiturnya.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik sampling
yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah responden pada penelitian ini
adalah 4 responden. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian lembar
observasi oleh Apoteker kemudian dilanjutkan dengan wawancara konfirmasi
dengan Apoteker. Selanjutnya hasil wawancara akan ditranskripsi ke dalam teks,
lalu dilakukan pengkodean pada poin yang akan dianalisis dan terakhir dilakukan
penarikan kesimpulan serta penyesuaian dengan lembar observasi.
Hasil: Sistem peresepan elektronik di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah
sudah cukup lengkap dan berjalan dengan baik, dengan kelengkapan fitur yang
mencapai 87,5% dari persyaratan yang ditetapkan Kemenkes RI. Lebih lanjut,
rumah sakit ini telah menerapkan 57,7% dari rekomendasi fitur pada jurnal ilmiah,
menunjukkan adanya perkembangan yang signifikan untuk meningkatkan kualitas
sistem. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala yang masih perlu diatasi,
seperti masalah jaringan internet yang lambat, perbedaan stok obat, serta
ketidakpatuhan penulis resep. Secara keseluruhan, sistem peresepan elektronik di
Rumah Sakit Roemani sudah cukup baik namun masih memerlukan perbaikan di
beberapa area untuk mengoptimalkan kinerjanya..
Simpulan: Sistem peresepan elektronik di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah
secara umum sudah berjalan dengan baik, namun masih memerlukan perbaikan
pada beberapa aspek seperti jaringan, stok obat, dan kepatuhan penulis resep untuk
lebih mengoptimalkan kinerja dan manfaat sistem.