Abstract :
LPK SHINJU adalah salah satu Lembaga Pelatihan Kerja yang berlokasi di Kota Semarang, Jawa Tengah, bergerak di bidang pelatihan bahasa Jepang dan pengiriman pemagang ke Jepang. Peserta dilatih dan dipersiapkan untuk bekerja magang di Jepang meliputi bahasa Jepang, Budaya dan Etika. Peserta yang akan berangkat ke Jepang diharuskan memahami budaya kerja di Jepang. Budaya kerja Jepang yang diterapkan di LPK SHINJU adalah 5-S yaitu Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke. Budaya 5-S merupakan upaya organisasi untuk mengidentifikasi dan menempatkan alat-alat di lingkungan kerja untuk menjaga lingkungan kerja tetap bersih dan tertib serta menjaga komitmen, Meningkatkan kenyamanan karyawan atau pekerja. Meningkatkan efisiensi waktu dan biaya di lingkungan kerja. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan prinsip 5S di lingkungan LPK SHINJU untuk meningkatkan kenyamanan kerja. Melalui kajian ini diharapkan LPK SHINJU dapat memperoleh manfaat dari penerapan budaya 5-S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) sehingga dapat tercipta lingkungan kerja yang aman, nyaman dan bersih serta dapat meningkatkan kinerja LPK SHINJU. Penelitian menggunakan metode Kualitatif berupa Wawancara, Observasi, dan Studi Literatur. LPK SHINJU belum secara menyeluruh menerapkan budaya kerja 5-S dan saat ini terdapat beberapa kendala dalam kegiatan latihan praktek kerja. Permasalahan yang umum terjadi di LPK SHINJU adalah kondisi penyimpanan alat yang masih terkesan berantakan dan tidak higienis, tidak tersedianya tempat untuk menyimpan alat, jika dibiarkan maka akan mempengaruhi efektifitas pelatihan dan menimbulkan ketidaknyamanan pada petugas dan pelatihan peserta. Penyebab kondisi lingkungan gudang tidak tertata rapi, yaitu pada area gudang terdapat peralatan yang tidak diperlukan, Lantai gudang tidak terjaga kebersihannya, Adanya beberapa paku bekas dan berkarat berserakan. Setelah mengetahui penyebab terjadinya kondisi lingkungan gudang yang tidak tertata rapi dan dapat menghalangi proses aktifitas pada LPK SHINJU dengan menerapkan 5S, peneliti memberi usulan perbaikan alat dan penambahan kotak penyimpanan dengan tujuan untuk memudahkan proses penyimpanan dan pengambilan alat dan bahan. Kata kunci : Budaya, gudang, 5S