DETAIL DOCUMENT
Uji Eksperimental Balok Bertulang Bambu Petung Dari Sumba Barat Daya
Total View This Week0
Institusion
Universitas Tribhuwana Tungga Dewi
Author
Lero, JW
Rasidi, N
Supriyanti, D
Subject
Kuat Tekan, Kuat Tarik, Bambu Petung, Dan Balok Bertulang 
Datestamp
2022-06-23 08:48:20 
Abstract :
Beton merupakan komponen dasar yang tidak dapat dipisahkan secara kuat dalam setiap perkembangannya, unsur-unsur penyusunnya terdiri dari beton total kasar, beton total halus dan air. Bambu petung adalah bahan yang sederhana dan tidak berbahaya bagi ekosistem. Oleh karena itu, bambu menjadi pilihan untuk penyangga baja, khususnya dari Sumba Barat Daya. Mengingat masih banyak orang yang belum paham dan belum sepenuhnya paham tentang penggunaan bambu, khususnya orang-orang dari Sumba Barat Daya, pakar menarik itu menulisnya dalam percobaan terakhirnya (postulasi). Motivasi di balik eksplorasi ini adalah untuk membedah perekonomian daerah setempat dan untuk mengetahui sifat kekakuan bambu petung dan kemungkinannya untuk digarap dalam desain batang Di Sumba Barat Daya. Dari hasil tinjauan ini melibatkan total dari Kota Malang untuk nilai kuat tekan semen 34,272 Mpa dan nilai kekakuan split semen sebesar 5,034 Mpa, dengan tujuan agar hasil pengujian tingkat elastisitas semen terhadap kuat tekan 14,71%, dan akibat dari nilai uji kuat lentur pilar. didukung bambu petung Dari Sumba Barat Daya sebesar 302,40 kg.m nilai uji kuat lentur baja rangkap pancar adalah 377,40 kg.m sehingga proporsi laju 41,552% sedangkan nilai uji kuat lentur baja terpancar antar pengujian kedua dan kedua hipotesis telah diperluas sebesar 54,203% dan dengan efek samping dari pengujian L. untuk emisi cahaya bambu yang dibangun mm dan hipotesis L. sebesar 1,443 mm dan untuk emisi cahaya baja. pengujian 3,64 mm dan hipotesis L., 2,250, tingkat kontras antara pancaran bambu adalah 107,29% dan pancaran baja sebesar 21,04%. 

Institution Info

Universitas Tribhuwana Tungga Dewi