Abstract :
Pada pengelolaan sebuah perusahaan, risiko atau juga disebut dengan ketidakpastian
merupakan salah satu hal yang tidak dapat dihindari serta apabila tidak ditangani dengan
baik, dapat memberikan dampak yang merugikan. Salah satu langkah untuk meminimalisir
risiko adalah melalui pengelolaan risiko, sebagai tindakan preventif munculnya risiko. CV.
Subur Makmur sebagai perusahaan yang bergerak di bidang industri garment, senantiasa
melakukan continuous improvement. Namun, masih ditemukan kendala-kendala
operasional pada perusahaan. Kendala-kendala yang tersebut berhubungan dengan
operasional perusahaan, yaitu proses internal, eksternal, sistem dan sumber daya manusia.
Oleh karena itu, dalam upaya pengelolaan manajemen risiko perusahaan, digunakan
metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Root Cause Analysis (RCA) dan
mitigasi risiko untuk mendapatkan tindakan terbaik dalam memperkecil kemungkinan
munculnya risiko operasional. Penelitian ini bertujuan untuk megidentifikasi dan
memetakan risiko operasional, menganalisa akar permasalahan serta memberikan tindakan
penanganan risiko operasional CV. Subur Makmur.
Proses identifikasi risiko diawali dengan penyebaran kuesioner serta brainstorming
dengan keyperson CV. Subur Makmur untuk memudahkan dalam proses pengidentifikasian
risiko serta keakuratan hasil RPN terhadap kondisi existing perusahaan. Variabel risiko
terdiri dari risiko proses internal, eksternal, sumber daya manusia dan sistem dengan total
23 risiko teridentifikasi. Tahap selanjutnya yaitu perhitungan RPN dengan acuan skor
Severity, Occurrence dan Detection. Setelah mendapatkan nilai RPN masing-masing,
prioritas risiko ditentukan dengan diagram Pareto. Untuk analisis akar penyebab
permasalahan digunakan metode RCA agar didapatkan hasil secara terstruktur. Tindakan
penanganan terhadap risiko diberikan dengan pertimbangan metode mitigasi risiko, dimana
tindakan ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko dengan mengusahakan langkahlangkah
tertentu. Tahap analisis akhir yaitu rekomendasi permasalahan, dimana diberikan
rekomendasi teknis pada risiko dengan nilai RPN tertinggi.
Hasil dari penelitian ini diperoleh 19 risiko kritis dari analisis diagram Pareto dalam
identifikasi risiko masing-masing variabel. Dimana dengan adanya prioritas ini dapat
memudahkan dalam analisa akar permasalahan. Salah satu risiko dengan nilai RPN
tertinggi yaitu kesalahan spesifikasi pengerjaan produk (C1). Diberikan analisis beban
kerja menggunakan metode work sampling dan workload analysis dengan hasil
penambahan 1 operator bordir serta perbaikan budaya organisasi perusahaan.